Musrenbang Kalimantan Untuk Meningkatkan Infrastruktur

Kamis (26/4) Pemerintah Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Musrenbang Regional Kalimantan di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat.

Acara sendiri dihadiri oleh Mendagri Tjahjo Kumalo, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang P.S. Brodjonegoro, Gubernur, Bupati dan Walikota serta Bappeda Se Kalimantan.

Dalam sambutannya, Gubernur Kaltara H.Irianto Lambrie mengatakan, dari evaluasi selama ini Kalimantan belum dapat perhatian sepenuhnya dari pemerintah dalam pembangunan infrastruktur. Namun demikian ada pula yang dibanggakan yakni jumlah penduduk miskin di Kalimantan berdasarkan data bps semakin menurun. H.Irianto juga mengeluhkan distribusi pertumbuhan ekonomi antar wilayah belum merata dan masih berpusat di pulau jawa.

Mendagri Tjahjo Kumalo dalam sambutannya juga mengatakan, setelah Gubernur Kaltara menjelaskan tentang Kalimantan, harusnya kita bertanya ada apa dengan DPRD, saya cukup paham karena pernah jadi anggota dpr. Jadi intinya untuk pembangunan ini dibutuhkan pula peran serta DPRD.

“Kalimantan dengan sumber daya alam (sda) yang melimpah, harusnya bisa menjadi daerah yang memiliki perekonomian paling baik. Untuk itulah dibutuhkan peran sinergi antara Pemerintah daerah dengan DPRD. Berangkat dari sini saya paham kenapa bung karno sudah punya gagasan menempatkan ibukota di Palangkaraya, alasannya setiap manusia punya konsepsi.dengan konsepsi itu dia mampu melaksanakan. Bung hatta juga menyatakan. Hanya satu negeri Indonesa tercinta. Saya dan Pak Irianto mempunyai keinginan dan impian yang sama untuk membangun Indonesia,” ucap Mendagri Tjahjo.

Lebih lanjut dikatakan Mendagri Tjahjo, Jokowi juga mengembangkan apa yang jadi pola pikir Bung Karno makanya begitu dia menjabat sebagai presiden tidak memfokuskan pembangunan hanya di Jawa, tetapi membangun Indonesia sentris. “Dalam rapat kabinet pak Jokowi memanggil kepala daerah satu persatu untuk mengetahui skala prioritas, apa yang menjadi kendala dan apa yang pusat bisa bantu,” ucap Mendagri.

Mendagri juga mengatakan, Jokowi menekankan pembangunan infrastruktur guna meningkatkan perekonomian, dan pada saat ini Kementerian PuPr telah melaksanakan instruksi tersebut. Termasuk jalan di perbatasan Kalimantan. “Dua tahun selesai. Waktu saya masuk.ke Atambua saya melihat terminal bus yang mewah tetapi tidak ada satupun bus yang masuk ke terminal. Saya pun bertanya untuk apa dibangun kalau tidak ada angkutannya,” ujarnya.

Sepanjang jalan di Kalimantan seperti dituturkan Tjahjo, insya allah akan ada puskesmas dan rumah sakit rujukan. “Karena ini sangat penting. Secara teknis permintaan daerah adalah jalan,irigasi, energi, pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Tjahjo juga menjelaskan bagaimana membangun tata kelola pemerintah pusat dan daerah yang lebih efektif dan efisien dalam rangka penguatan otonomi daerah. “Inilah pentingnya Musrenbang ini, jadi pemerintah tau apa yang dibutuhkan,” tuturnya.

Jokowi setiap saat selalu keliling untuk memastikan infrastruktur selesai.Musrenbang ini bagus untuk dilaksanakan agar pemerintah tahu apa yang dibutuhkan oleh daerah, seperti Kalimantan yang meminta mengenai energi dan pembangunan infrastruktur. Dan mengenai pembangunan daerah pinggiran insya allah tahun ini selesai. Dan jalan di perbatasan sudah selesai.

Dari kondisi inilah Jokowi ingin mengejar ketinggalan dengan negara lainnya dalam.hal pangan, sandang, papan. Untuk itulah Jokowi mengjnvjnkan agar investasi ke daerah lebih banyak dengan demikian proses Perijinan harus dipermudah.

Untuk semuanya ini saya mohon pahamilah area rawan korupsi khususnya dengan permintaan anggaran agar tidak terkena ott. Untuk itulah Bappeda harus belajar dari Bappenas terkait penyusunan anggaran.

Diakhir sambutan. Tjahjo mengatakan bagi pemimpin daerah harus bangun optimisme agar daerah yang dipimpinnya bisa semakin maju. (Hs.Foto:Hs)

Related posts

Leave a Comment