Nelayan Natuna menolak Tegas Nelayan Pantura jika Tidak Jalin Komunikasi

Jakarta, Gpriority- Kebijakan pemerintah yang akan mengirimkan sekitar 120 nelayan Pantura (Pantai Utara) ditolak tegas oleh nelayan Natuna. Hal ini dinilai bukan langkah yang tepat dalam menyikapi keamanan Laut Natuna dari adanya tangkapan ilegal Kapal Asing.

Mengkonfirmasi adanya penolakan dari nelayan Natuna, Gpriority menghubungi Herman, Kepala nelayan Lubuk Lumbang Kelurahan Bandarsyah Kabupaten Natuna perihal alasan penolakan kehadiran nelayan Pantura.

“Kami menolak adanya nelayan Pantura dengan pertimbangan bahwa isu-isu yang beredar mengenai nelayan Pantura dalam melaut menggunakan anak tangkap yang tidak ramah lingkungan yakni cantrang sedangkan nelayan natuna sendiri sudah menggunakkan alat tangkap ramah lingkungan, “ terangnya.

Isu yang diterima nelayan Natuna nantinya nelayan Pantura akan menjaga Laut Natuna di wilayah ZEE yang mana mempunyai ke dalaman 100 meter. Herman menjelaskan alat tangkap cantrang hanya mampu bekerja di kedalaman 30-40 meter.

“Jadi, dengan kondisi seperti itu mau tidak mau nelayan Pantura akan menangkap ikan di wilayah tangkapan nelayan Natuna,” ujarnya.

Mewakili nelayan Natuna, Herman menyampaikan kembali mengenai persoalan di Laut Natuna adalah adanya gangguan dari Kapal Asing sehingga menganggu kerja nelayan Natuna. “Yang kami butuhkan adalah saat ini adalah pengawalan dari pihak berwenang supaya kami, nelayan Natuna dapat bekerja dengan tenang,” tambahnya.

Herman menegaskan nelayan Natuna tidak membenci nelayan Pantura melainkan membenci alat tangkap yang digunakan oleh nelayan Pantura.

“Mereka (nelayan Natuna) tidak membenci nelayannya, mereka membenci alatnya. Karena tidak ramah lingkungan dan itu yang menjadi persoalan,” tandasnya.

Herman kembali menjelaskan hasil musyawarah besar nelayan Natuna, “mereka menyepakati tidak ada toleransi.” Besarnya Laut Natuna tidak memungkinkan nelayan Natuna mengawasi benar tidaknya nelayan Pantura tidak menggunakan alat tangkap cantrang. Selain itu, nelayan Natuna sangat mencintai pekerjaan mereka sehingga menggunakan alat tangkap yang digunakan sudah modern mempertimbangkan alam natuna supaya kedepannya dapat dinikmati hingga turun temurun.

Disinggung mengenai wilayah tangkap, Herman menjelaskan bahwa bagian 1-10 mil yang menjadi wilayah tangkapan nelayan Natuna sangat dangkal, tidak ada ikan, dan banyak ditumbuhi terumbu karang. Sedangkan yang menjadi wilayah tangkapan nelayan Pantura adalah 10-30 mil kedalaman laut.

“Nelayan Natuna ingin diperlakukan sama karena mereka juga kekurangan ketersediaan bbm,” ungkap Herman.
Dikutip dari wawancara RRI, pewawancara menyampaikan bawa Ketua Serikat Nelayan Indonesia (Natuna), Budi Laksana berkomitmen untuk tidak menggunakan cantrang dalam melaut melainkan jaring milenium atau jaring nilon.

Nelayan Pantura juga mengajak kolabrasi dalam hal ini. Mengenai kolaborasi yang direncanakan nelayan Pantura hal tersebut akan disambut baik oleh nelayan Natuna jika pimpinan nelayan Pantura hadir lebih dulu sebelum pasukan mereka tiba di Natuna untuk menjaga Laut Natuna guna membahas aturan mainnya. “Sebelum dikirim nelayan Pantura ada baiknya nelayan Pantura menjalin komunikasi dengan nelayan lokal yakni nelayan Natuna ketimbang tiba-tiba datang dan bekerja di Laut Natuna,” ungkapnya. (Mila)

Related posts