Ngariung Pintar Bersama Lentera di Namo Haur Lebak

Berbekal ilmu yang diajarkan Marwan Mahmudi dalam mata kuliah seminar pengabdian masyarakat, Belia Febrianti, Anggun Fii Jannatin, Azizah Halimatus Syadiah, Kartika Suryo, Nur Irawati dan Nugroho Teddy yang tergabung di dalam Lentera Universitas Mercu Buana mengadakan acara “ ngariung pintar” di Kampung Namo Haur, Desa Cimenteng Jaya, Lebak, Banten.

Menurut ketua Lentera Universitas Mercu Buana, Belia Febrianti yang ditemui seusai acara (12/11) mengatakan, hadirnya acara ini disebabkan adanya rasa kekhawatiran dari Lentera Universitas Mercu Buana mengenai tayangan televisi yang selalu menghadirkan adegan-adegan kekerasan dan bulying yang harus ditonton oleh anak-anak.

“ Karena itulah, kami dari Lentera Universitas Mercu Buana mengundang ibu-ibu di Kampung Namo Haur, Desa Cimenteng Jaya untuk hadir di acara ini. Sebab ibu-ibu merupakan orang tua yang mampu mendidik anaknya dan memilihkan tayangan baik untuk anak-anaknya,” ucap Belia.

Untuk pemilihan lokasi, Belia mengatakan berdasarkan survey KPID Banten, Kabupaten Lebak terutama Kampung Namo Haur, Desa Cimenteng Jaya memiliki peringkat pertama  yang masyarakatnya menonton televisi namun jarang tersentuh informasi yang sangat mendidik terutama tentang siaran tv. Berbekal alasan itulah makanya Lentera memilih Namo Haur sebagai tempat berlangsungnya acara “ngariung pintar”.

Kepala Desa Cimenteng Jaya, Aan Supiana mengucapkan terima kasih kepada Lentera karena desanya terpilih untuk melaksanakan kegiatan ini.

“Karena banyak sekali manfaat yang didapat oleh ibu-ibu maupun warga yang hadir dalam acara ini,” kata Aan.

Aan berharap setelah acara ini usai, masyarakat Desa Cimenteng Jaya bisa memilah milah tontonan yang baik untuk anak-anak.

Ditemui di lokasi yang sama, Ade Bujharaemi, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Banten yang menjadi narasumber dalam acara tersebut mengatakan bahwa KPID Banten memberikan apresiasi terhadap Lentera karena telah berhasil menyelenggarakan acara ini.

“ Inilah yang kami butuhkan selama ini, kelompok masyarakat dalam hal ini Lentera yang mengadakan,  karena kami sendiri belum bisa mengadakan diakibatkan keterbatasan anggaran di KPID,” ujar Ade Bujharaemi.

Lebih lanjut dikatakan oleh Ade, dirinya berharap agar acara ini diadakan pula oleh Lentera di daerah lainnya.

Menanggapi permintaan KPID, Ketua Lentera Universitas Mercu Buana, Belia Febrianti mengatakan akan mengadakan acara yang sama di daerah yang lain.

“ Dan dalam waktu dekat ini, Lentera Universitas Mercu Buana akan mengadakannya di daerah Cileles, Kabupaten Lebak, dan Kampung Akuarium, Jakarta” ucapnya.

Belia berharap setelah acara ini usai, ibu-ibu dan masyarakat yang hadir bisa memplementasikan ilmu yang telah diberikan oleh para narasumber. Dengan demikian pembentukan karakter bangsa yang dimulai dari kecil sesuai arahan Presiden Jokowi bisa tercapai.

Lentera Universitas Mercu Buana juga memberikan apresiasi kepada Kabupaten Lebak, karena telah mengeluarkan perda wajib mengaji yang dimulai pukul 18.00 hingga 20.00 WIB.

“ Dengan hadirnya perda ini, saya melihat banyak sekali anak-anak yang mengaji di Musholla atau Masjid,” tutup Belia. (HS.Foto:HS)  

     

Related posts

Leave a Comment