Oki Setiana Dewi : Jangan Takut, Kunci Menuju Kesuksesan

“ Kunci sukses untuk menuju keberhasilan adalah jangan takut,” itulah yang diucapkan Oki Setiana Dewi ketika bertemu penulis di sebuah cafe yang terletak di Mampang pada (13/2) siang.

Kepada penulis, OSD begitu ia biasa disapa, bercerita tentang masa kecilnya. OSD yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dilahirkan di Batam pada 13 Januari 1989.  Ayahnya yang bernama Sulyanto bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) biasa sedangkan Yunifah Lismawati hanyalah ibu rumah tangga biasa.

Sebagai PNS, gaji sang ayah hanya cukup untuk makan keluarga. Untuk itulah ketika menginginkan sesuatu, OSD harus berusaha terlebih dahulu. “ Untuk membeli sesuatu yang saya inginkan saat kecil dulu, saya menjual cerita yang saya buat kepada teman-teman. Atau menyewakan buku-buku yang saya miliki kepada mereka ataupun tetangga,” ujarnya.

Selain pandai berbisnis, OSD dikenal juga sebagai anak yang pintar. Ini bisa terlihat dari rangkingnya saat sekolah dasar yang selalu meraih rangking 1.  Keberhasilan OSD inilah yang membuat sang ayah mengijinkannya untuk melakukan kegiatan di luar sekolah. OSD yang sejak usia 4 tahun bercita-cita untuk menjadi seorang artis memanfaatkan kesempatan yang diberikan sang ayah untuk mengikuti  lomba peragaan busana dari tingkat kecamatan hingga provinsi, namun semuanya gagal. Tapi kegagalan tersebut  tidak membuatnya kecewa berat.Justru kegagalan tersebut memberikan motivasi baginya untuk terus mengasah kemampuannya.

Memasuki Sekolah Menengah Pertama, OSD yang saat itu berusia 13 tahun kemudian berusaha mengasah bakatnya melalui Sekolah Kepribadian Silhoutee. Disinilah kemudian kepercayaan dirinya tumbuh. Sehingga selalu menjadi langganan juara di berbagai lomba peragaan busana.  Kesuksesan yang diraih OSD membuatnya dipercaya sebagai pembaca acara atau MC diberbagai macam acara seperti pameran perumahan, festival musik, acara ulang tahun serta acara lainnya. Dari hal tersebut, ia kemudian dapat membiayai sekolahnya sendiri sebab pendapatannya ketika itu bisa mencapai jutaan rupiah.

Di usia 16 tahun OSD yang selalu menuliskan mimpi-mimpinya  di buku diary,  membaca kembali buku tersebut. Ia melihat semua mimpi-mimpinya yang ditulisnya selama berada di Batam sudah tercapai semua. Untuk itulah dengan meminta restu orang tuanya terutama sang ayah berangkatlah OSD seorang diri menuju Jakarta.

“ Disitulah perjuangan dimulai, saya casting ke sana kemari  kurang lebih ratusan kali namun tidak ada yang menerima,” ungkapnya.

Ketika tengah berusaha meraih mimpinya, OSD mendapat kabar bahwa ibunya sakit keras sehingga mengharuskan sang ibu untuk mendapat perawatan di Jakarta. Di rumah sakit tersebut sang ibu diharuskan untuk dirawat di rumah sakit, namun karena ketiadaan biaya akhirnya sang ibu dimasukkan ke bangsal oleh pihak rumah sakit. Dokter yang merawatnya pun mengatakan penyakit sang ibu tidak bisa disembuhkan.

Ketika menginjak bulan kedua ibu dirawat dirumah sakit, tiba-tiba saja beliau berpesan kepada OSD untuk menjadi anak yang soleh. Disitulah titik perubahan hidup yang dirasakan OSD. Ia pun melupakan cita-citanya untuk menjadi artis dan memutuskan untuk berhijab. Saat berhijab itu OSD berkata “ Ya Allah saya ingin menjadi anak baik-baik sehingga doa saya didengar olehmu sehingga ibu saya bisa disembuhkan”.

Ketika memutuskan untuk berhijab cobaan pun datang dirinya ditelepon oleh seorang produser untuk membintangi filmnya tanpa melalui casting. Oleh produser dirinya disuruh melepaskan hijab yang digunakannya. OSD yang memang membutuhkan uang untuk biaya berobat ibunya serta biaya sekolah adik-adiknya memutuskan untuk menolaknya sambil menangis. Dan mengadu kepada Tuhan YME.

Setelah puas mencurahkan keluh kesahnya kepada Tuhan, OSD yang kala itu masih sekolah SMA memfokuskan diri untuk pelajaran disekolahnya guna meraih UMPTN. Alhamdulillah tertulis di dalam surat kabar namanya ada di dalam daftar nama-nama yang masuk UI. Setelah terpilih sebagai mahasiswa UI, OSD pun aktif dalam lembaga dakwah kampus, ia juga aktif mengajar ngaji di Depok.

Memasuki tahun ke tiga di UI, OSD disarankan untuk mengikuti audisi film “ Ketika Cinta Bertasbih”. Dari sekian banyak yang mengikuti audisi. OSD terpilih sebagai pemeran utama. Larisnya film ketika cinta bertasbih membuat namanya menjadi terkenal. Namun tidak membuatnya besar kepala, justru ia tetap aktif berdakwah dan mengajar ngaji.

Hobinya menulis pun tidak dia tinggalkan.TeIMG_1350rbukti, saat ini OSD telah mengeluarkan tiga buku yang menjadi best seller ke masyarakat. Yang pertama buku berjudul Melukis Pelangi Catatan Hati Oki Setiana Dewi, buku ini terbit tahun 2011. Di lanjutkan dengan buku ke duanya Sejuta Pelangi Pernik Cinta Oki Setiana Dewi di tahun 2012 serta buku ketiganya yang berjudul Cahaya Di Atas Cahaya, yang terbit di tahun yang sama dengan buku ke dua tahun 2012.

Tahun  2014 OSD dipinang oleh pengusaha muda bernama Ory Vitrio. Bersama sang suami, hingga saat ini OSD aktif menjalankan bisnis butik hijab yang dirintisnya sejak pertengahan 2014. (HS.Foto:HS/Dok OSD)

Related posts

Leave a Comment