Optimalisasi Pengelolaan TNTC

“Melalui kerja sama yang dibangun oleh Pemda Kabupaten Teluk Wondama bersama Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan WWF-Indonesia Program Papua, diharapkan dapat dikembangkan beberapa kampung model pengembangan ekowisata dan kelembagaan Badan Usaha Kampung sebagai wadah dalam memfasilitasi kegiatan-kegiatan ekonomi alternatif di tingkat kampung,” kata Bernadus A.Imburi.

Guna mengoptimalkan pengelolaan Taman Nasional Teluk Cendrawasih (TNTC), Pemda Kabupaten Teluk Wondama Papua Barat, Balai Besar Taman Nasional Teluk Cendrawasih dan Yayasan WWF Indonesia  menggelar kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama di aula kantor Bappeda, Selasa (5/12).

Drs. BERNADUS A. IMBURI, M.Si Bupati Teluk Wondama Provinsi Papua Barat, beralamat di Rasiei Kabupaten Teluk Wondama, dalam hal ini bertindak dan untuk atas nama Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Ir. BEN GURION SAROY, M.Si Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih, beralamat di Jl.Esau Sesa-Sowi Gunung Manokwari Papua Barat bertindak untuk dan atas nama Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Drs. BENJA V. MAMBAI, M.Si Direktur Program Papua WWF Indonesia beralamat di Jl. Pos 7 Kampung Sereh Distrik Sentani kota, Sentani – Jayapura dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Yayasan WWF Indonesia, selanjutnya disebut sebagai PIHAK KETIGA.

Para Pihak  telah mencapai Kesepahaman Bersama untuk melakukan kerja sama dalam mendukung optimalisasi pengelolaan Taman Nasional Teluk Cenderawasih di wilayah Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat.

Dalam Pasal 1 di MOU tersebut disebutkan maksud dan tujuan dibuatnya Nota Kesepahaman Bersama, yakni bertujuan : (1) Menumbuh kembangkan pengetahuan, kesadartahuan, nilai, sikap, perilaku dan wawasan serta peran serta dan kerjasama PARA PIHAK dalam upaya pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih dalam wilayah Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat;

(2) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai pelaksana pengelolaan sumber daya alam kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan pembangunan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat; (3) Meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi program dan kegiatan di kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih.

Pada Pasal 2 juga dijelaskan mengenai ruang lingkup Kesepahaman Bersama ini yang meliputi:  (1) Pengembangan, penyediaan dan pemanfaatan data informasi ilmiah tentang kondisi sumber daya alam dalam rangka mendukung efektivitas pengelolaan Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Teluk Wondama melalui kegiatan survei dan pemantauan sumber daya alam; (2) Peningkatan kesadartahuan dan partisipasi masyarakat dan para pihak melalui kegiatan penyuluhan, sosialisasi dan pengembangan pembangunan berkelanjutan di dalam dan sekitar kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih dalam wilayah Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat; (3) Pengawasan dan Perlindungan Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih dalam wilayah Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat; (4) Pengembangan dan Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan di Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih dalam wilayah Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat; (5) Pengembangan dan Pengelolaan Pariwisata Alam Berbasis Masyarakat dan Jasa Lingkungan Berkelanjutan di kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih dalam wilayah Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat; (6) Pengembangan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di dalam dan di sekitar Taman Nasional Teluk Cenderawasih dalam wilayah Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat;

(7) Pengembangan kerjasama para pihak dalam penggalangan sumber daya (manusia, sarana, prasarana dan pendanaan) untuk mendukung efektifitas pengelolaan Taman Nasional Teluk Cenderawasih di wilayah Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat; dan (8) Peningkatan koordinasi dan sinkronisasi zonasi di dalam kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih dengan tata ruang wilayah Kabupaten Teluk Wondama.

Saat mengawali diskusi sebelum acara penandatanganan MOU, Bupati Imburi mengatakan, untuk mewujudkan visi menuju Teluk Wondama EMAS (Elok, Maju, Aman dan Sejahtera) , maka pemerintah Kabupaten Teluk Wondama tidak dapat bekerja sendiri. “Untuk itu kami menyambut baik kesepakatan kerja sama yang dibuat  dan ditandatangani oleh saya selaku Bupati Kabupaten Teluk Wondama, Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan Direktur WWF-Indonesia Program Papua,” ungkapnya.

“Wilayah Kabupaten Teluk Wondama 85 persen berada dalam kawasan konservasi. Di wilayah perairan seluruhnya berada dalam kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan di wilayah daratan sebagai berbatas dan berada di dalam Cagar Alam Pegunungan Wondiwoi. “Hal ini menyebabkan kami tidak memiliki hutan maupun emas yang dapat dieksploitasi guna  mewujudkan dan menghadirkan “EMAS” di wilayah ini. Tetapi kami yakin dengan potensi kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan Cagar Alam Pegunungan Wondiwoi, akan menjadi modal berharga dalam mendukung upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sektor wisata akan menjadi satu-satunya sektor unggulan bagi Kabupaten Teluk Wondama dalam meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.

Menurut Bupati Imburi, Kabupaten Teluk Wondama memiliki potensi wisata yang cukup komplit. Daerah ini memiliki potensi bahari yang tidak kalah menariknya dengan Raja Ampat. Selain itu juga budaya suku Wamesa yang mendiami semenanjung Teluk Wondama memiliki daya tarik tersendiri. Bukit Aitumeri, menjadi situs sejarah peradaban orang Papua. Dari Bukit Aitumerilah pendidikan formal di tanah Papua dimulai, setelah dua pengijil asal Jerman menginjakkan kakinya di Pulau Mansinam  pada 5 Februari 1855. Di atas Bukit Aitumerilah pendeta I.S Kinje salah satu misionaris yang melegenda di kalangan warga GKI di Tanah Papua mendapatkan inspirasi untuk menulis buku pujian Nyanyian Mazmur dan Rohani yang kini digunakan sebagai pujian-pujian oleh  warga GKI.  Di Kampung Yende terdapat gereja tua dengan peninggalan alkitab/injil tertua di tanah Papua. Untuk itu bila semua potensi ini dikemas dengan baik, maka tidak tertutup kemungkinan Kabupaten Teluk Wondama akan menjadi “alternative destination” wisata di Tanah Papua di masa mendatang.

Untuk itu, Bupati Imburi bertekad agar secara bertahap mempersiapkan infrastruktur pendukung, seperti pembangunan bandara agar dapat didarati oleh pesawat berukuran sedang. Memaksimalkan program tol laut yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Memperbaiki akses telekomunikasi, agar wisatawan yang berkunjung ke Teluk Wondama tetap dapat berinteraksi dengan dunia luar.  Menata kota Wasior dan pusat-pusat objek wisata. Mengkomunikasikan program ini dengan masyarakat agar mereka tidak apatis serta mempersiapkan masyarakat  menjadi pelaku utama.###

 

Related posts

One thought on “Optimalisasi Pengelolaan TNTC

  1. Melalui kerja sama yang dibangun oleh Pemda Kabupaten Teluk Wondama bersama Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan WWF-Indonesia Program Papua, diharapkan dapat dikembangkan beberapa kampung model pengembangan ekowisata dan kelembagaan Badan Usaha Kampung sebagai wadah dalam memfasilitasi kegiatan-kegiatan ekonomi alternatif di tingkat kampung.
    apa saja tujuan utamanya TNTC ini?

Leave a Comment