Pemda Kutim Gelar Tax Gathering 2019

Jakarta,Gpriority-Untuk mensinergikan antara Pemda Kutai Timur (Kutim) dengan perusahaan yang berada di Kutim terkait masalah pajak,Pemda Kutim menggelar acara Tax Gathering 2019 dengan tema ” satu data, melangkah maju bersama” di Red Top Hotel Jakarta pada kamis (28/3).
Acara sendiri dihadiri sekitar 85 perusahaan yang beroperasi di wilayah Kutim.

Bupati Kutim Ismunandar dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini sengaja diadakan di Jakarta, agar memudahkan investor di Kutim yang hampir rata-rata tinggal di Jakarta untuk hadir di acara ini.

” Pemda berharap dengan diadakannya acara ini ada pengertian perusahaan terkait dengan pajak, karena beberapa hari lalu, Kutim diundang KPK dalam rangka optimalisasi daerah. Dalam acara tersebut, pembicara di KPK mengatakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat berpengaruh pada perekonomian daerah. Nah untuk itulah, kami mengundang bapak dan ibu investor dalam acara ini sehingga ada pengertian dari bapak dan ibu mengenai masalah pajak Perusahaan,” Ucap Ismunandar

Ismunandar berharap dengan adanya acara ini, memudahkan petugas pajak dilapangan ketika menagih pajak perusahaan. Karena pusat sudah mengetahuinya.

Usai memberikan sambutan, Ismunandar memberikan plakat kepada 23 perusahaan yang taat pajak. Plakat diberikan sendiri oleh Bupati Ismunandar.

Dr. Hendriawan selaku Direktur Pendapatan kemendagri mengatakan, inovasi pemberian penghargaan merupakan bentuk pembaruan untuk meningkatkan pendapatan daerah. ” Untuk itulah saya mengucapkan selamat kepada Bupati Kutim yang telah melakukan inovasi untuk meningkatkan PAD,” jelas Hendriawan.

Hendriawan juga mengatakan, banyak daerah penghasil, pendapatan daerahnya anjlok berdasarkan data kemendagri. Namun berbeda dengan Kutim, pendapatannya meningkat karena mampu memaksimalkan otonomi daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. “Saya yakin ini disebabkan berkat adanya inovasi daerah,” ujarnya.

Hendriawan menambahkan, Kutim juga memiliki prestasi yang bagus terkait dengan pengelolaan keuangannya. Ini bisa terlihat dari perencanaan pengelolaan keuangan secara tepat waktu terus menerus dalam empat tahun. Tidak heran, jika dalam tiga tahun terakhir ini Kutim mendapat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

Hendriawan juga mengatakan berdasarkan data Kemendagri, Pendapatan APBD Kutim senilai 3.359,94. Ini termasuk lumayan. Namun PADnya tergolong rendah dengan menduduki peringkat ketiga se-Kaltim. ” Untuk itulah dengan adanya acara ini saya berharap PAD Kutim yang berasal dari pajak bisa semakin meningkat. Dengan demikian Pembangunan di Kutim bisa terus berjalan dikarenakan PADnya meningkat,” tutupnya. (Hs.Foto:Hs)

Related posts

Leave a Comment