Pemerintah Sterilkan Laut Natuna dari Kapal Asing

Jakarta,Gpriority-Sejak viralnya kapal asing China yang masuk ke Laut Natuna di media sosial pada Kamis, 2 Januari 2020 sistem keamanan di Laut Natuna menjadi fokus perhatian pemerintah pusat. Bukan hanya Kapal Asing China yang mulai masuk ke laut Natuna, namun juga kapal asing Vietnam dan Thailand masuk ke laut Natuna.Kapal asing mulai masuk ke laut Natuna sejak bulan Oktober 2019.

Menurut Herman, Ketua Nelayan Lubuk Lumbang, masuknya kapal asing ke Laut Natuna dikarenakan minimnya pengawasan.

“Sejak pergantian Menteri Kelautan semakin sering kapal asing masuk ke laut Natuna karena kurangnya pengawasan,” ujar Herman.

Kapal nelayan setempat pun takut menegur kapal asing yang masuk ke wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia dikarenakan kapal asing yang masuk menggunalan armada dan didampingi Coast Guard dari negaranya masing-masing

“Wahh, jelas kami tidak berani menegur. Justru kami harus menghindar. Karena kalau tidak bisa ditabrak sama mereka (kapal asing),” ungkap Herman.

Tak bisa dipungkiri, kata Herman, penghasilan para nelayan pun berkurang sejak masuknya kapal asing. Pendapatan para nelayan jauh merosot turun.

Sejak saat itu Herman memberikan saran kepada para nelayan agar selalu siap membawa alat perekam guna mendokumentasikan kapal asing yang masuk sebagai barang bukti.

 ” Sekarang para nelayan kalau melaut harus membawa rekaman atau video. Jika ada, tolong direkam, divideo, dan laporkan titik koordinatnya,” kata Herman kepada para nelayan.

Sejak viralnya kapal Asing yang masuk ke perairan laut Natuna, kini pemerintah meningkatkan pengawasan di laut Natuna. “Sekarang Alhamdulilah dengan kejadian seperti ini, Armada di Natuna cukup luar biasa. Sudah ada 7 unit yang mengawasi. Laut Natuna sudah steril dari kapal asing, imbuhnya.”( Mila)

 

 

Related posts