Pendeta Yoel M. Indrasmoro (Pendeta Gereja Kristen Jawa Jakarta):Berbeda Itu Indah

Banyak orang berpikir berbeda itu suatu yang aneh. Padahal berbeda itu indah. Kita punya peribahasa rambut sama hitam pendapat berbeda itu sah sah saja, sehinga tidak perlu perdebatan.

Bicara tentang agama, agama itu kan  pilihan. Saya dan teman-teman lainnya yang beragama nasrani tidak pernah terpikir untuk dilahirkan berbeda agama. Sehingga saya merasa bahwa walaupun kita berbeda agama bukan berarti harus bermusuhan. 

Mengenai maraknya kasus SARA yang terjadi pada saat  ini, saya tidak tahu berasal dari mana. Tetapi pada kenyataannya terjadi pada saat pilihan Gubernur DKI. Memang pilihan DKI menarik karena, saat  pilkada putaran pertama diasosiasikan bahwa kalau muslim pasti harus memilih pemimpin yang muslim, dan yang nasrani harus memilih pemimpin yang nasrani.  Ini tentu saja salah karena bisa memecah belah agama seperti yang terjadi pada saat ini.

Ketika saya berkhotbah kepada umat, saya selalu mengatakan,  pernahkah mereka bertanya ketika sedang memakan nasi, siapa yang menanam beras itu, kristenkah, muslimkah atau umat agama lainnya? Kalau mereka berpikir demikian tentu saja repot. Bisa bisa tidak jadi makan, karena memikirkan halal atau haramnya makanan tersebut akibat ditanam oleh orang lain agama.

Saya juga salut kepada sebuah desa yang berada di wilayah Jawa.  Menurut kawan saya yang berasal dari desa tersebut, mayoritas masyarakatnya beragama kristen. Tetapi pada saat ada pemilihan kepala desa antara yang kristen dan islam, yang islam selalu memenangkan pemilihan. Ini menandakan bahwa orang kristen tidak membedakan pemimpinnya beragama apa. Mereka memilih berdasarkan kemampuannya dalam memimpin suatu desa.

Berdasarkan pengalaman teman saya itulah saya menghimbau kepada pembaca semua agar kita kembali kepada Bhineka Tunggal Ika. Dengan demikian negara akan kembali aman, damai dan tentram. 

Related posts

Leave a Comment