Peningkatan Devisa Indonesia Melalui Produk TPT Nasional

Bandung,Gpriority-Bertempat di Fourt Point Bandung,Asosiasi Perstektilan Indonesia (API) pada Jum’at (14/9) menggelar acara diskusi bersama API dengan tema peningkatan devisa Indonesia melalui produk Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Nasional.

Hadir dalam acara tersebut Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. Dalam sambutannya,Mendag Enggar mengatakan akan mengajak jajaran di Kemendag untuk melihat wajah-wajah para pelaku industri tekstil yang ada di Jawa Barat dan Solo.

Mengenai kenapa acara ini diadakan di Bandung,Mendag mengatakan agar API Solo mau datang ke Bandung.

Mendag Enggar juga mengatakan bahwa kita harus bersyukur punya Presiden berlatar belakang pengusaha karena seluk beluk perizinan yang awalnya sangat rumit langsung segera diatasi.

Terkait dengan industri tekstil Mendag mengatakan pernah mengalami masa jaya.Pada zaman orde baru dikenal dengan trilogi pembangunan, pangan, sandang dan papan. Tiga itu yang menjadi prioritas kita. Tetapi era itu berubah dengan dininabobokan dengan impor. Karena para importir mengatakan kualitas lebih bagus dan harga lebih murah.

Idiom ini langsung dilawan oleh beberapa teman termasuk ayahnya Iwan dengan kelompok usahanya bernama Sritex. Mereka terus melawan arus untuk terus berkembang. Hasilnya industri tekstil di Indonesia semakin berkembang dan dikenal di dunia.

Anne Patricia Sutanto selaku pengurus API Nasional mengatakan bahwa API terus memonitor TPT untuk support IEU Cepa guna kemajuan industri perdagangan Indonesia. Diluar itu API juga melakukan kegiatan promosi dagang dengan ikut pameran bersama. “API juga akan melakukan bilateral relationship dengan Amerika. Sehingga Amerika bisa mengapresiasi produk kita juga,” kata Anne.

“Untuk perlindungan pasar mengenai maslaah poliester, kita sudah menyampaikan kementerian perdagangan agar jangan sampai merugikan pedagang,”tambahnya.
Optimalisasi supply chain di dalam negeri menurut Anne juga diperlukan sehingga terjalin harmonisasi kerjasama antar industri dalam produksi dan penjualan.

Iwan Setiawan Lukminto selaku perwakilan API Nasional meminta agar iklim usaha kembali kondusif dan persaingan menjadi kembali sehat. Sebab dua point tersebut merupakan hal yang sangat penting dalam berwirausaha.

API juga berharap akan memiliki bank data seperti di Turki. “Sebab Ini yang akan membuat tekstil maju,” tutup Iwan. (Hs.Foto:Hs)

Related posts

Leave a Comment