Pentingnya Deteksi Dini Kanker Serviks

 Di Indonesia, setiap dua menit terdapat satu orang wanita meninggal dunia akibat kanker serviks.

Fakta inilah yang membuat  Graha YKI Jakarta pada rabu (3/5) mengadakan seminar deteksi dini kanker serviks dengan narasumber Prof. DR. dr. Andrijono, SpOG (K) serta dr Ulul Albab, SpOG untuk melakukan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini sebagai pencegahan kanker serviks disertai dengan pemeriksaan gratis HPV DNA tes bagi 200 orang wanita sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan wanita.  Acara ini juga sekaligus sebagai sosialisasi hadirnya pemeriksaan HPV DNA tes di klinik Graha YKI Jakarta.

Menurut para pembicara, kanker serviks merupakan penyakit yang dapat dicegah dan diobati jika ditemukan dalam stadium dini.

Di Jakarta, saat ini sudah memiliki program pencegahan primer berupa vaksinasi HPV gratis bagi anak-anak sekolah yang berada di kelas lima dan enam. Namun berdasarkan penelitian, vaksinasi ternyata tidak 100% mencegah kejadian kanker serviks.

Untuk itulah dijelaskan oleh Prof. DR. dr. Andrijono, SpOG (K) bahwa melakukan deteksi dini kanker serviks bagi wanita merupakan solusi yang tepat untuk pencegahan.

Lebih lanjut dikatakan oleh Prof. DR. dr. Andrijono, SpOG (K) deteksi dini dapat dilakukan dengan beberapa metode, antara lain IVA (inspeksi visual asam asetat), papsmear, dan HPV DNA tes. WHO merekomendasikan HPV DNA tes, diatas IVA dan papsmear, untuk digunakan sebagai skrining kanker serviks. Keutamaan dari tes ini adalah karena dapat mendeteksi adanya infeksi HPV (Human Papilloma Virus) sebagai penyebab kanker serviks sehingga dapat mendeteksi terjadinya kanker serviks dalam tahap yang lebih dini. Tes ini hanya perlu dilakukan pengulangan setiap 5 tahun sekali bagi wanita yang hasil tesnya menunjukan hasil negatif.

Sayangnya pemeriksaan HPV DNA tes yang saat ini tersedia di laboratorium swasta memiliki harga yang sangat tinggi hingga mencapai jutaan rupiah. Untuk itulah para pembicara menyarankan untuk melakukan pemeriksaan HPV DNA tes di klinik Graha YKI Jakarta karena harganya tergolong murah bagi investasi kesehatan selama 5 tahun ke depan yakni sebesar Rp.350.000,-. (HS)

 

Related posts

Leave a Comment