Pentingnya Medsos Bagi Instansi Pemerintahan

Jakarta,Gpriority-Di era digitalisasi, Media Sosial (Medsos) dianggap penting oleh semua orang termasuk pemerintah. Pentingnya medsos bagi pemerintah membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar diskusi festival media digital pemerintah di Ruang Binakarna,Hotel Bidakara, Jakarta selatan, Rabu pagi (5/12)

Hadir sebagai narasumber, Menteri Keuangan Sri Mulyani, La ode M Syarif Wakil Ketua KPK, Ahmad M Ramli Dirjen PPI Kominfo, serta Anies Baswedan Gubernur DKI.

Dalam paparannya Sri Mulyani mengatakan, bedanya dulu dengan sekarang yakni cara komunikasinya berbeda. Dulu hanya berkomunikasi dengan media cetak dan elektronik. Kalau sekarang bisa menggunakan medsos. Karena banyak yang menggunakan smartphone dan internet.

Tujuan dibuat medsos Kementerian Keuangan, agar publik bisa mengetahui secara langsung kebijakan Kemenkeu dan berita di Kemenkeu secara kreatif.
Manfaat adanya medsos keuangan negara menurut Sri Mulyani adalah agar masyarakat bisa tahu darimana uang diperoleh dan lain sebagainya. Kalau masyarakat tahu jadi bisa lebih bertanggung jawab dalam membayar pajak dan lain sebagainya.

La Ode M Syarif,Wakil Ketua KPK mengatakan, media sosial ada manfaatnya, bisa melihat reaksi masyarakat dari feedback masyarakat di medsos.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan, era ini era berbeda dengan beberapa tahun lalu, Pemprov melihat fenoma dunia digital sebagai fakta. Untuk itulah kita harus mencari dan memanfaatkannya untuk pemberitaan di Pemprov termasuk dengan seluruh urusan yang berada di Pemprov.

“Informasi pemerintah menjadi rujukan yang benar. Dengan adanya medsos kita menjadi mercusuarnya dan menjadi rujukan. Medsos bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi disuatu daerah,” ucap Anies.

Ahmad M Ramli Dirjen PPI Kominfo dalam paparannya mengatakan, Medsos mampu memberikan infrastruktur yang sangat baik bagi setiap orang.

“Medsos memang sangat bagus, tetapi kalau orang mencari berita yang tidak ada hoaxnya tetap mencari media konvensional baik cetak maupun elektronik,” kata Ramli.

Ramli juga mengingatkan agar medos tidak dijadikan informasi yang menyesatkan atau hoax. “Kalau ada yang hoax harus segera dilaporkan,”tutupnya.(Hs.Foto:Hs)

Related posts

Leave a Comment