Perlancar Perijinan di Kabupaten Gunung Mas

Lancarnya proses perijinan merupakan salah satu cara menarik investor untuk menanamkan modalnya ke sebuah daerah.

Itulah yang dikatakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (26/7/2018). Pernyataan Jokowi ini dicermati secara baik oleh semua kepala daerah yang hadir termasuk Wakil Bupati Gunung Mas Rony Karlos S.Sos.

Kepada penulis, Rony Karlos mengatakan apa yang dikatakan Jokowi sangatlah tepat. Pasalnya, investor-investor yang akan menanamkan sahamnya di daerah terutama Gunung Mas selalu menanyakan bagaimana proses perijinannya. Apakah lancar ataukah tidak.

“ Biasanya kalau lancar dan tidak mengalami hambatan, investor akan secepatnya menanamkan modalnya ke daerah tersebut. Dan mengenai Gunung Mas, saya melihat proses perijinannya sangat lancar sehingga sudah banyak pengusaha yang mau menanamkan modalnya,” ucap Rony Karlos.

Berbicara investor tentu tidak terlepas dari daerah yang akan dituju. Gunung Mas meskipun berusia remaja yakni 16 tahun sudah banyak dilirik investor. Hal ini menandakan kalau Gunung Mas merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi alam yang sangat potensial untuk dikelola, salah satunya adalah kelapa sawit atau lebih dikenal dengan cpo.

Perkebunan kelapa sawit di Gunung Mas sangatlah banyak. Ini tentu saja memancing investor untuk menanamkan modalnya di sana. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gunung Mas, hingga Desember 2017 tercatat sudah ada 23 perusahaan besar swasta yang menanamkan modalnya di bidang kelapa sawit.

Selain perijinan, pembangunan infrastruktur juga menjadi acuan investor untuk menanamkan modalnya.

“ Untuk itulah, saya bersama Bupati Arton S. Dohong giat membangun infrastruktur terutama jalan dan jembatan. Dengan adanya jalan dan jembatan, daerah yang terisolasi bisa terbuka sehingga perekonomian di Gunung Mas bisa berjalan dengan lancar,” ucap Rony Karlos.

Perekonomian lancar di daerah inilah yang menurut Jokowi seperti dituturkan Rony Karlos mampu menekan laju inflasi sehingga bisa mencapai 3,5 persen pada tahun 2018.

Selain perekonomian yang lancar, Jokowi juga menekankan untuk mengurangi impor dan meningkatkan ekspor. Sama seperti daerah lainnya, Rony akan menerapkannya juga di Kabupaten Gunung Mas. Bersama SKPD terkait, Rony akan melakukan sosialisasi kepada para pengusaha besar dan Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)   yang berada di Gunung Mas untuk meningkatkan hasil produksinya sehingga bisa diekspor ke luar negeri.

Terkait perdagangan antar daerah yang surplus dan defisit seperti disampaikan Jokowi. Rony menilai sangatlah bagus. Karena program ini bisa mengatasi ketidakstabilan harga yang belakangan ini sering terjadi di Indonesia.

Upaya Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam mempertemukan peternak dan pebisnis usaha telur dan ayam potong juga dinilai Rony sangat bagus. Karena terbukti efektif untuk mengurangi kenaikan harga telur dan daging ayam yang semakin tinggi.

“ Pemerintah Kabupaten Gumas juga akan melakukan langkah yang diambil Mendag. Tujuannya agar mengetahui kenapa harga ayam potong di Gumas mencapai lebih dari Rp.50.000,-. Jika sudah diketahui permasalahannya maka akan dicarikan solusinya untuk mengatasi permasalahan tersebut,” tutup Ronny. (Hs/Adv.Foto:Hs)

  

 

Related posts

Leave a Comment