PohuwatoMenuju WTP Keenam

Kepemimpinan SYAH (H. Syarif Mbuinga S.Pd.I,SE M.M dan Drs. H. Amin Haras) dinilai berhasil dalam membangun daerah. Tahun ini Pohuwato berharap raih WTP keenam.

 Untuk yang kelima kalinya (2013-2017), Kabupaten Pohuwato menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan Pemerintah Daerah atau LKPD. Penghargaan ini menunjukkan bahwa dalam setiap tahunnya Pohuwato terus mencatatkan pengelolaan keuangan negara dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik.

Penghargaan ini diberikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati,SE.,M.Sc kepada Bupati H. Syarif Mbuinga,S.Pd.I,SE,M.M saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2018 di Gedung Dhanapala, Kemenkeu pada Kamis (20/09/2018).

 “Pemerintah Daerah, dalam hal ini Bupati dan seluruh perangkat daerah terus berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola dan kualitas pengelolaan keuangan negara yang menjadi tanggung jawab serta dalam rangka meningkatkan pertanggungjawaban keuangan publik,” ungkap Bupati Syarif melalui Kabag Humas Nikson Pakaya S.Pd,MH

Nikson juga mengatakan, Bupati mengucapkan terima kasih  yang tak terhingga kepada seluruh stakeholder, utamanya kepada lembaga DPRD dan ASN yang terus berkomitmen kuat, sehingga penghargaan ini bisa dicapai. Sukses meraih WTP lima kali secara berturut-turut membuat Pohuwato berharap bisa kembali meraihnya  ditahun 2019 ini.

Seperti dijelaskan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Irfan Saleh, S.Pt,M.Si, laporan keuangan di tahun 2018 saat ini tengah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Cabang Gorontalo dan berharap hasilnya bisa menjadi WTP keenam bagi Pohuwato.

Untuk APBD 2019, Irfan juga mengatakan,  menjadi sejarah baru bagi Pohuwato. Karena di era kepemimpinan SYAH (H. Syarif Mbuinga S.Pd.I,SE M.M dan Drs. H.AminHaras) bisa tembus di angka satu triliun. “ Sebelumnya di tahun 2011 hanya berkisar Rp.485 M,” ucap Irfan.

Terkait dengan strategi pengentasan kemiskinan, Irfan Saleh menjabarkan ada tiga yang sudah dijalankan. Yang pertama sosial approach, yakni mencakup kebutuhan dasar secara gratis bagi warga miskin. Kedua empowering approach yakni memandirikan warga masyarakat melalui pemanfaatan sektor pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, perdagangan dan jasa.Ketiga infrastruktur opproach yakni pendekatan untuk membangun infrastruktur yang bisa menunjang pengembangan ekonomi rakyat.

“Dengan strategi yang dijalankan ini, saya yakin kemiskinan di Pohuwato bisa semakin berkurang,” tutur Irfan.

Selain WTP, prestasi Pohuwato lainnya yang terkait kinerja dan percepatan pembangunan daerah, yaitu Satya lencana Karya Bhakti Praja Nugraha. Satya lencana Karya Bhakti Praja Nugraha merupakan penghargaan tertinggi dari Presiden dalam hal pengelolaan manajemen pemerintahan. Penghargaan ini rencananya akan diserahkan di Jombang atau Banyuwangi pada peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda).  Hs/Adv

Related posts

Leave a Comment