PON XIX Jabar 2016 Prestasi  Kaltara yang  Mengagumkan

 

“Meskipun ini keikutsertaan kita yang pertama, tapi kita harus berusaha keras bahwa kita bisa bersaing dengan provinsi lainnya,” kata Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara)  Irianto Lambrie.

Debut keikutsertaan Kaltara untuk yang pertama kalinya di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat cukup membanggakan. Sebuah prestasi yang membanggakan diraih atlet Kaltara Angel Gabriella Yus yang berhasil memecahkan rekor nasional di cabang olahraga renang dengan mempersembahkan medali emas perdana. Medali emas ini dia peroleh dari nomor gaya kupu-kupu 100 meter, di Kolam renang Universitas Pendidikan Indonesia.

Angel mencatat waktu 1,02,58 detik. Angel kembali memecahkan rekor miliknya sendiri saat tampil di laga final dengan catatan waktu 1,01,66 menit. Selain memecahkan rekor PON, dia juga berhasil mencetak rekor nasional dengan catatan waktu yang dia peroleh dari penampilan di final.

Pada pertandingan berikutnya, Angel kembali mendulang prestasi meraih emas yang kedua di kelas gaya kupu-kupu 50 meter.

Kaltara meraih medali emas ketiga dari cabang olahraga Taekwondo. Medali ini disumbangkan atlet pelatnas Indonesia kebanggaan Kaltara, Chaerul Adzan, yang berhasil menorehkan prestasi dilaga 63 kg putra.

Chaerul mengalahkan atlet asal Nusa Tenggara Timur, yakni Roky. Pada laga final yang digelar Minggu (25/9) sore.

Chaerul Adzan diketahui merupakan atlet pelatnas cabang olahraga Taekwondo asal Kabupaten Nunukan. Pelatih yang menangani Chaerul, Yudi Candra mengatakan, ia memang sudah menduga peraihan medali tersebut. “Sebenarnya kami sudah melaksanakan latihan sejak beberapa bulan lalu. Bahkan kami juga memberangkatkan Chaerul Adzan hingga ke Korea selama satu bulan menjelang pelaksanaan PON Jawa Barat, sehingga apa yang ia dapat dari latihan selama di Korea wajib diterapkan dan berani konsisten karena membawa nama Kaltara,” katanya.

Tim barongsai Kaltara di kejuaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XIX/2016 di Jawa Barat, juga berhasil mengharumkan nama Kaltara dengan menyabet medali emas, setelah menyingkirkan 13 provinsi lain yang ikut bertanding.

Capaian tim ini hampir mendapatkan nilai sempurna dari para juri dengan mendapatkan nilai 9,11. Posisi kedua diraih Provinsi Banten dengan mendapatkan nilai 9,09. Dan di tempat ketiga diraih Provinsi Kalsel yang mendapatkan nilai 9,08.

Sebagai informasi, capaian ini tidak mempengaruhi perolehan medali bagi Kaltara di PON, mengingat cabor barongsai masih kelas eksebisi, yang artinya baru akan resmi dipertandingkan di PON empat tahun mendatang.

Selanjutnya Debby, atlet asal Tarakan dari Cabang Olahraga (Cabor) Muaythai juga menyumbangkan emas bagi Kontingen Kaltara. Setelah betanding di kelas eksebisi PON XIX Jabar di kelas 67 Kilogram (Kg) Putri.

“Ini (Medali Emas) menjadi prestasi tersendiri bagi cabor Muaythai. Meskipun merupakan cabor baru di Tarakan dan juga menjadi cabor baru yang dipertandingkan pada PON XIX Jabar, pada dasarnya kita (Atlet) masih bisa menunjukan hasil terbaik bagi Kaltara,” kata pelatih Muaythai Tarakan, Risky Albert.

Selain menyabet Satu medali Emas, Muaythai juga berhasil menyumbangkan Empat medali Perunggu untuk Kaltara. Prestasi ini pun, dikatakan Risky tak luput dari kerja keras dan kesungguhan para atletnya untuk mengharumkan nama Kaltara di dunia olah raga nasional.

Pada babak semifinal cabang olahraga tenis untuk ganda putri, tim Kaltara berhasil memboyong medali perunggu dari dua petenis andalan Kaltara yakni Putri dan Valencia.

Tenis lapangan hanya memperoleh perunggu setelah pasangan Putri/Valencia kalah di semifinal dari pasangan Jatim Adila/Hervita dengan skor 0-6, 2-6.

Di cabang olahraga wushu kontingen  Kaltara meraih medali perunggu. Adalah Satria Tri Sakti gagal melangkah ke final setelah dikalahkan atlet asal Jawa Timur, Yusepu.

Laga semifinal cabang olahraga wushu berlangsung di GOR Saparua, Bandung. Satria Tri Sakti  takluk dengan skor telak 0-2. Dengan raihan dua perunggu, wushu gagal mencapai target 2 perak.

Di ajang PON XIX Jawa Barat yang berlangsung 17 sampai 29 September, Kontingen Kaltara meloloskan 27 cabor tanding dan 5 cabor eksibisi.  GP/Foto:IST

Related posts

Leave a Comment