Quick Wins Untuk Meningkatkan Program Smart City di Kutim

Gerakan Menuju 100 Smart City sendiri adalah program Pemerintah Republik Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Program ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Kementerian PUPR, dan Kantor Staf Kepresidenan.

 “Gerakan Menuju 100 Smart City adalah sebuah inisiatif Kominfo sebagai fasilitator pemerintah daerah dalam memanfaatkan teknologi untuk menjawab tantangan di daerah masing-masing,” Dirjen Aptika Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc saat diskusi panel Opening Gerakan Menuju 100 Smart City di Hotel Santika Premiere, Rabu (15/5).  Lebih lanjut dikatakan Semuel, smart city bukan sekadar belanja teknologi saja. Melainkan bertujuan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dengan cara yang inovatif. “Saya juga berharap agar ada penekanan khusus dalam hal pelayanan pendidikan dan pelatihan, dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia di daerah,” tutur Semuel.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Kutai Timur (Kutim)H. Ismunandar. Ismunandar mengatakan,” Untuk membangun Smart City tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan, butuh proses. Jadi nanti Dinas Kominfo Persandian dan Statistik Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Kutim Provinsi Kalimantan Timur akan membuat perencanaan jangka panjang yang mungkin menjadi fasilitas pada tahap awal.”

Terkait dengan Sumber Daya Manusianya, Ismunandar mengatakan akan memberikan pelatihan.” Jangan sampai apa yang diarahkan Mendagri Tjahjo Kumolo tadi yakni peralatan ada tetapi SDMnya tidak ada terjadi di Kutim,” tutur Ismunandar.

Ir. Suprihanto,CES., Kadiskominfo Persandian dan Statistik Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Provinsi Kalimantan Timur yang ditemui seusai acara mengatakan, untuk meningkatkan program Smart City, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengusung Lima program online birokrasi yang dinamakan quick wins.

“ Meski dianggap kecil tapi Pemerintah Kutim yakin akan memberikan pengaruh yang cukup besar pada program pembangunan di kutim. Program quick wins sendiri akan dipresentasikan di  Banyuwangi pada  18 Juni Mendatang,” ucap Suprihanto.

Ada lima program yang termasuk ke dalam quick wins. Yang pertama , Sistem Informasi Statisitik Daerah (SISD) , masing-masing SKPD mempunyai domain statistik sektoral yang sekarang sudah dilimpahkan ke otonomi sehingga sudah menjadi domain kominfo. Menurut Suprihanto, program ini sudah disiapkan dan dibuat oleh kominfo. Kedua, E-learning untuk pembelajaran secara online.Ketiga,E- goverment . Keempat, Folder friendly. Ada folder yang akan kami buat se-frendly mungkin yang didalamnya akan memuat seputar UKM, joging, kesehatan, pertanian, olahraga air dan lain sebagainya yang akan kami sentuh dengan sentuhan teknologi, sehingga masyarakat akan lebih mudah mengaskes terkait kegiatan  yang diinginkan dan terakhir PBB Online.

Suprihanto mengatakan sebelum dipresentasikan kepada masyarakat, Kominfo akan  bersinergi dengan SKPD  yang mempunyai domain. Setelah di integrated, barulah Pemkab Kutim akan mempersentasikannya kepada masyarakat didalamnya. “ Usai dipersentasikan masing masing aplikasi tersebut bisa diakses. Dengan demikian akan semakin mempermudah masayarkat,” ucap Suprihanto.

Beberapa apliksi yang sudah  dijalankan dari tahun ketahun seperti PBB online, si Cantik yang ada di DPMPTSP, dan E- budgeting, terbukti memberikan peningkatan teknologi dan pelayanan kepada masyarakat.

“ Aplikasi yang sudah dbuat Pemkab Kutim tidak akan berhasil jika tidak adanya jaringan internet yang memadai. Untuk itulah  Dinas Kominfo berkoordinasi terus dengan BAKTI yang rencananya akan memberikan bantuan tower lagi di tahun ini. Tower tersebut rencananya  akan didirikan di titik yang masih blank spot. Tidak hanya BAKTI, Provinsi pun berencana akan memberikan bantuan satu tower pada tahun depan. Dengan banyaknya tower di Kutim, aplikasi yang Pemkab buat akan semakin memudahkan masyarakat dan juga wisatawan,” tutup Suprihanto.(Hs.Sofia/Foto:Riri)

               

Related posts