Rakernas ARSABAPI 2018 Mendukung Program Kemenkes Mengeliminasi TBC Tahun 2030

Jakarta,Gpriority- Pada 15 Juli 2011 di Bukit Tinggi, Sumatera Barat terbentuklah Asosiasi Rumah Sakit dan Balai Kesehatan Paru Indonesia (ARSABAPI). ARSABAPI terbentuk sebagai upaya menyatukan sikap dan langkah fasilitas pelayanan kesehatan paru seluruh Indonesia

Setelah terbentuk ARSABAPI dalam setiap tahunnya melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang bertujuan melakukan evaluasi pelaksanaan program pembinaan Fasyankes Paru dan menyusun rencana kerja tahun berikutnya.

Tahun ini Rakernas akan diadakan di Ambon pada 13 hingga 15 Juli 2018. Tema yang diangkat “Peran Fasyankes Paru Dalam mendukung Sustainable Development Goals khususnya Program Kemenkes dalam mencapai Eliminasi TBC Tahun 2030.

Adapun salah satu program unggulan yang diharapkan kedepannya adalah menggerakkan peran serta masyarakat dalam pemberantasan TBC, dengan membuat model “DESA PEDULI TBC MANDIRI”. Gagasan awal Desa Peduli TBC Mandiri ini datang dari dr. Samsila Mona Rumata, plt Kepala BKPM Ambon, Propinsi Maluku beserta seluruh jajarannya.

Ide yang baik ini sesuai dengan peran Fasyankes Paru khususnya Balai Kesehatan Paru dalam menjalankan fungsi UKM secara lebih nyata. Gagasan ini perlu segera diwujudkan dalam mendukung program Pemerintah, oleh karena itu Pengurus ARSABAPI beserta seluruh Fasyankes anggotanya berharap Desa Peduli TBC Mandiri ini dapat digaungkan agar berkembang ke seluruh pedesaan di Indonesia, tentu dengan pengayaan pada beberapa aspeknya dan akan menjadi sasaran program Unggulan ARSABAPI 2018-2019.

Pelaksanaan program ini membutuhkan dukungan lintas sektor khususnya jajaran Pemerintah Daerah dan diharapkan akan membantu tercapainya program Eliminasi TBC 2030.

Pada Rakernas tahun ini  ARSABAPI juga mengadakan seminar dan workshop mengenai Asma sehingga kemajuan dalam pengobatan penyakit asma ini bisa lebih dipahami oleh tenaga kesehatan dalam menolong masyarakat.

Kegiatan lain dalam rakernas ini adalah lomba senam asma, lomba video kreatif penyuluhan kesehatan dan lomba banner kesehatan paru. (Hs)

 

Related posts

Leave a Comment