Refleksi HUT Teluk Wondama ke-14, Terarah Pembangunannya, Sejahtera Manusianya

Tanggal 12 April merupakan hari jadinya Teluk Wondama sebagai daerah otonom baru sebagai kabupaten di provinsi Papua Barat.

Memasuki usianya yang ke-14 tahun pada 12 April 2017, sejak dilantik Bupati Teluk Wondama, Drs. Bernadus A. Imburi M.Si. telah mencanangkan pembangunan Wondama yang EMAS (Elok, Maju, Aman, dan Sejahtera) di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD 2016-2020. Beliau bekerja keras supaya pembangunannya terarah sehingga masyarakatnya meraih kesejahteraan.

Langkah awal yang dilakukan Imburi adalah merealisasikan janji-janji kepada masyarakat di 13 distrik dan 75 kampung, plus 1 kelurahan.

Implementasi program kerja yang dijanjikan sesuai visi dan misi Bupati Imburi adalah menuju Wondama EMAS berdasarkan kejujuran dan kasih. Salah satu misi yyang dimaksud adalah meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan menciptakan sistem pemerintahan yang bersih.

Di Tahun 2016 misalnya Imburi bekerja keras menata sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sebelumnya sangat tidak maksimal kinerjanya. Maka Imburi melakukan pelantikan pejabat Eselon II, III, dan IV sesuai dengan disiplin ilmu dan profesionalisme sehingga terwujud ASN the right man in the right place, dan dengan sistem lelang jabatan Kepala Dinas, Kepala Kantor, dan Kepala Distrik sehingga semua ASN  yang berkompeten dan memenuhi persyaratan jabatan dapat berkompetisi dan menunjukkan kemampuannya.

Beliau berkomitmen untuk mengedepankan upaya peningkatan etos kerja dan disiplin kerja Aparatur Sipil negara (ASN) melalui apel pagi dan apel siang. Serta setiap hari  Jumat melaporkan absensi kerja untuk menilai keaktifan dalam melaksanakan tugas sehingga ada Reward (penghargaaan) dan Punishment (hukuman).

Imburi juga mengeluarkan kebijakan tidak diperkenankannya mentransfer gaji ASN Pemkab Teluk Wondama yang tidak berada di Wondama yang artinya pembayaran gaji dilakukan di kantor masing-masing.

ASN Pemkab Teluk Wondama yang tidak melaksanakan tugas 2 bulan berturut-turut tanpa alasan yang dibuktikan dengan surat keterangan sakit dari dokter gajinya akan ditahan dan disetor kembali ke Kas Daerah.

ASN Pemkab Teluk Wondama yang belum memperoleh Surat Keputusan Pindah tidak diperkenankan menerima gaji dan gajinya akan disetor ke Kas Daerah.

ASN Pemkab Teluk Wondama yang berpindah tugas dengan hanya menggunakan nota dinas bukan dengan Surat Keputusan Bupati, agar Kepala Dinas mengembalikan yang bersangkutan ke tempat tugas semula.

Pembayaran Beban Kerja ASN Pemkab Teluk Wondama disesuaikan dengan keaktifan bekerja, sehingga tercipta rasa keadilan.

Beban Kerja ASN Pemkab Teluk Wondama yang berada di Distrik yang jauh dari ibukota akan diberikan peningkatan Uang Beban Kerja.

Bagi ASN Pemkab Teluk Wondama yang belum membawa kembali Kendaraan Dinas baik roda 2 maupun roda 4 serta fasilitas lain yang dibiayai oleh Pemda Teluk Wondama agar segera membawa kembali fasilitas-fasilitas tersebut ke Kabupaten Teluk Wondama.

Kegiatan-kegiatan pembangunan agar segera dilaksanakan sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Teluk Wondama Bupati Drs. Bernadus A. Imburi, M.Si dan Wakil Bupati DR.  Drs. Paulus Y. Indubri, MM mengajak seluruh pihak baik Pemerintah, TNI-Polri, BUMN/BUMD, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, dan Tokoh Perempuan serta seluruh komponen masyarakat Teluk Wondama untuk bersama-sama memerangi Narkoba, minuman beralkohol dalam jenis apapun, dan korupsi.

 Di bidang pendidikan, salah satu janji politik Imburi-Indubri adalah adalah mendorong hadirnya perguruan tinggi berkualitas di Wondama. Tapi seperti ditegaskan Wakil Bupati Indubri bahwa membangun perguruan tinggi di Teluk Wondama diperlukan kajian ilmiah untuk memastikan kelayakannya, selain persyaratan-persyaratan  teknis lain yang mesti disiapkan Pemda termasuk anggarannya.

 Pembangunan Manusia Wondama

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Teluk Wondama 2016 mencatat bagaimana Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM ini merupakan gambaran komprehensif mengenai tingkat pencapaian pembangunan manusia di suatu daerah, sebagai dampak dari kegiatan  pembangunan yang dilakukan daerah tersebut. Perkembangan angka IPM, memberikan indikasi peningkatan atau penurunan kinerja pembangunan manusia pada suatu daerah.

Merujuk data BPS, penduduk Kabupaten Teluk Wondama pada tahun 2015 diproyeksikan sebanyak 29.791 jiwa. Lebih banyak penduduk laki-laki dengan persentase 53,61 persen berbanding 46,39 persen untuk penduduk perempuan.

Sedangkan untuk IPM Kabupaten Teluk Wondama tahun 2012-2015 terus mengalami penurunan. Pada tahun 2015 nilainya sebesar 56,64, menurun dibanding tahun 2012 yaitu 66,8. Sementara pada tahun 2013 nilainya 67,54 persen. Angka ini harus sangatfotoutama ditingkatkan karena masih berada pada kriteria menengah ke bawah, sehingga harus lebih diperhatikan untuk pembangunan manusia di kabupaten Teluk Wondama agar produktivitas masyarakat semakin meningkat dan bermanfaat menjadi modal pembangunan Kabupaten Teluk Wondama dan bukan menjadi beban pembangunan BPS menggunakan pendekatan kemampuan penduduk dalam memenui kebutuhan dasar (basic need approach) dalam menghitung kemiskinan. Penduduk miskin adalah penduduk dengan pengeluaran perkapita per bulan kurang dari garis ke miskinan.

Pendekatan garis kemiskinan makanan digunakan standar kebutuhan hidup minimum 2100 kilo kalori didasarkan pada konsumsi makanan, sedangkan garis kemiskinan non makanan untuk memenuhi kebutuhan dasar bukan makanan seperti perumahan, pendidikan, kesehatan, pakaian, serta aneka barang dan jasa.

Garis kemiskinan Kabupaten Teluk Wondama pada tahun 2013 sebesar Rp.409.364. Sedangkan persentase penduduk miskin Kabupaten Teluk Wondama tahun 2013 adalah sebesar 39,43 persen. Dari data yang ada dapat dilihat bahwa jumlah penduduk miskin di Kabupaten Teluk Wondama masih tinggi. Karena hampir 40 persen dari keseluruhan jumlah
penduduk berada dibawah garis kemiskinan. (ADV)

 

 

Related posts

Leave a Comment