Representasikan gaya hidup cerdas sesuai dengan tuntutan hidup di era teknologi digital

Perkembangan teknologi di Indonesia semakin maju. Ini tidak terlepas dari peranan pemerintah dan juga  event event mengenai teknologi seperti BRI Indocomtech.

BRI Indocomtech adalah ajang pameran teknologi informasi dan komunikasi yang digawangi oleh Yayasan APKOMINDO bekerjasama dengan PT Traya Eksibisi Internasional (Traya Events).  Pameran yang menjadi benchmark bagi perkembangan teknologi di Indonesia ini digelar setiap tahun. Dan kini telah memasuki tahun keenam.

Untuk tahun ini BRI Indocomtech yang digelar selama lima hari mulai 1 November – 5 November 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan mengangkat tema “Digital Smart Living”. Alasannnya, tema tersebut mencerminkan pola gaya hidup masa kini dari masyarakat khususnya perkotaan yang tidak bisa dilepaskan dari peranti gadget dan teknologi digital dalam aspek-aspek penting kehidupannya.

Mengenai jumlah peserta, BRI Indocomtech  diikuti kurang lebih 300 perusahaan teknologi  yang berasal dari dalam maupun  luar negeri. Sejumlah acara menarik untuk pengalaman dan pengetahuan yang baru bagi pengunjung, akan digelar sepanjang berlangsungnya pameran BRIIndocomtech. Selain memamerkan serangkaian produk gadget, smartphone, Virtual Reality, dan peranti-pakai (wearable device) dari merek-merek terkenal, juga tersaji gambaran mengenai Smart City, konsep Smart Home, Internet of Things (IoT), Smart Health, serta sejumlah solusi inovatif berbasis aplikasi dan teknologi internet.

Sementara itu, Bank BRI, sebagai sponsor utama BRI Indocomtech , akan mempersembahkan program-program sponsorship untuk para pengunjung. Pengunjung juga dapat merasakan pengalaman berbelanja yang berbeda, diantaranya melalui Flash Sale dengan E-pay BRI, Virtual Reality Game serta Lelang Gadget. Selain itu, bagi pengunjung yang mengajukan kartu kredit BRI bisa mendapatkan kesempatan untuk Lucky Wheel dan memenangkan hadiah handphone. Pengunjung juga berkesempatan mendapatkan promo redeem BRI Point Kartu Kredit BRI.

Para pengunjung juga dapat merasakan e-Banking BRI Experience yang memberikan kemudahan untuk melakukan transaksi di area pameran dengan menggunakan uang elektronik BRIZZI dapat digunakan sebagai alat belanja non tunai di berbagai merchant yang telah bekerja sama dengan Bank BRI dan dapat diisi ulang di seluruh jaringan e-channel Bank BRI.  “Momen eksibisi ini juga menunjukkan bahwa BRI sudah memasuki satu era dimana kita mendigitalisasikan semua transaksi perbankan untuk dapat mengikuti era transformasi ini dari good menuju great. Tentunya ini menjadi platform bagi BRI untuk memanfaatkan BRI Indocomtech  dalam memperkenalkan berbagai produk perbankan berbasis digital,” papar Direktur Konsumer Bank BRI, Handayani.

“BRI Indocometch juga akan menjadi momen berharga bagi para pengunjung untuk dapat merasakan transformasi BRI menjadi bank yang andal di bidang teknologi dan satu-satunya bank di Indonesia yang memiliki satelit sendiri untuk mendukung semua teknologi finansial yang ada,” tambahnya.

Pengunjung dapat membeli tiket seharga Rp 20 ribu untuk hari Rabu sampai Jumat, sedangkan untuk hari Sabtu dan Minggu dikenakan biaya sebesar Rp 30 ribu per orang.

Dibuka Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika

Pada rabu (1/11), BRI Indocomtech 2017 resmi dibuka oleh DR. IR. Ismail MT  Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika yang mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan didampingi oleh Ketua Umum Yayasan Apkomindo Indonesia (YAI) Ir. G. Hidayat Tjokrodjojo, Ketua APKOMINDO Rudi D. Muliadi, Direktur Konsumer Bank BRI Handayani beserta Direktur Jaringan dan Layanan BRI, Mohammad Irfan, Direktur Kepatuhan BRI, Susy Liestyowaty, Direktur Digital Banking dan Teknologi Informasi BRI, Indra Utoyo,  dan Presiden Direktur Traya Events, Bambang Setiawan.

Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang diwakili oleh Dr. Ir. Ismail MT, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, menyatakan industri telah banyak terpengaruh dari perkembangan Teknologi Informasi. Pemerintah melihat destructive technology sudah ada di depan mata dan mempengaruhi hampir semua sektor kehidupan. Destructive technology tersebut bisa menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh para pelaku bisnis di Indonesia. Ada tiga perubahan yang menjadi kunci yaitu kompetensi, enterpreneurship, dan partisipasi masyarakat.

BRI Indocomtech  memiliki kontribusi penting untuk mengajak para pelaku industri dan pemangku kepentingan untuk meilihat perubahan dunia, perkembangan aplikasi, software, hardware, sehingga generasi muda Indonesia nantinya bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Kita saat ini berada di era baru untuk mempertahankan kedaulatan digital Indonesia,” tutur Ismail lebih lanjut.

Menurut Ismail, Pemerintah Indonesia ingin menempatkan Indonesia sebagai Negara Digital Economy terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020. Selain adanya E-commerce Roadmap, pemerintah menargetkan dapat menciptakan 1.000 technopreneurs baru pada tahun 2020 dengan valuasi bisnis USD130 miliar. Untuk itulah, pameran seperti BRIIndocomtech  bisa menjadi pemicu untuk menciptakan startup atau peluang-peluang bisnis baru di bidang IT, baik sebagai produsen peranti digital, pencipta aplikasi dan solusi, atau penyedia e-commerce.

“Di tengah bisnis yang kini hampir semuanya menjadi online, sistem yang mengarah machine-to-machine (M2M) dan digital, ternyata masih diperlukan human touch. Itulah kenapa pameran  BRIIndocomtech  selalu disambut dan sangat dibutuhkan. Pameran BRI Indocomtech dapat menjadi kesempatan untuk terjadinya human touch atau interaksi antara penjual dan pembeli. Itulah sebabnya di pameran ini kita menghadirkan pemain-pemain online yang turut mendukung pameran ini dengan kehadiran secara offline,” kata Ketua Umum Yayasan APKOMINDO Indonesia (YAI) Ir. G. Hidayat Tjokrodjojo.

Yayasan APKOMINDO Indonesia berharap agar BRI Indocomtech  dapat terus menjadi jendela perkembangan industri TIK Nasional yang memberikan gambaran langsung kepada masyarakat Indonesia maupun dunia internasional tentang posisi dan kemampuan industri TIK Indonesia pada saat ini. Menurut Hidayat, pameran ini ibarat sebuah etalase yang merangkum perkembangan teknologi di Indonesia, memberikan edukasi mengenai teknologi melalui workshop yang ada di dalamnya, sekaligus untuk memberikan peluang bagi startup-startup bisnis teknologi di Indonesia agar bisa menggaet calon investor, serta menjadi wadah bagi para investor dan pelaku industri internasional untuk berinvestasi di Indonesia.

“BRI Indocomtech  selalu menjadi pameran yang ditunggu-tunggu oleh para produsen, peritel, komunitas, dan pecinta gadget serta para pengembang aplikasi solusi dan teknologi di Indonesia untuk melihat perkembangan terbaru di dunia TIK. Setiap tahunnya kami berusaha untuk menampilkan sesuatu yang baru, seperti adanya I3Expo pada gelaran tahun ini. Begitu pula dengan tema baru ‘Digital Smart Living’ yang menggambarkan tren yang sedang berkembang saat ini dan sebagian besar bisa dinikmati oleh para pengunjung,” tutup Bambang Setiawan, Presiden Direktur Traya Events. (HS.Foto: TJSKY)

 

Related posts

Leave a Comment