Sekolah Berpola Asrama Serta Telemedicine Untuk Papua dan Papua Barat

Guna mendukung pelaksanaan Inpres No.9 tahun 2017 tentang percepatan pembangunan, Kementerian PPN/Bappenas, Provinsi Papua dan Papua Barat menjalin kerjasama dengan Indonesia American Society of Academics (IASA).

Terpilihnya IASA dikarenakan memiliki perhatian dan dedikasi yang cukup tinggi dalam membangun Papua dan Papua Barat sesuai dengan bidang yang ditekuni oleh IASA.

Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro dalam sambutannya, penandatanganan perjanjian kerja sama ini merupakan langkah tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas dan IASA pada tanggal 21 Juli 2017 di Washington DC.

“ Diharapkan kerja sama ini dapat mendukung percepatan peningkatan akses dan kualitas pelayanan pendidikan bagi anak usia sekolah, dan peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat khususnya layanan kesehatan ibu dan anak di Provinsi Papua, berdasarkan kebutuhan khusus masyarakat Papua dan Papua Barat dengan memperhatikan adat, sosial, budaya,geografis, dan teknologi,” ucap Menteri Bambang Brodjonegoro.

Fokus kerjasama ini seperti dituturkan Menteri Bambang Brodjonegoro adalah pengembangan pelayanan dasar sekolah berpola asrama dan pelayanan kesehatan jarak jauh (telemedicine) di Papua dan Papua Barat.

Untuk tahap awal lokasi pembangunan seperti yang dijelaskan Menteri Bambang adalah Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Nabire.

Menteri Bambang meyakini bahwa pengembangan sekolah berpola asrama dan telemedicine adalah merupakan salah satu inovasi penting dalam pencapaian tujuan kerjasama ini. “ Sekolah berpola asrama merupakan salah satu upaya untuk dapat meningkatkan angka partisipasi sekolah. Kondisi geografis yang relatif sulit menyebabkan banyak siswa sekolah yang harus menempuh perjalanan jauh untuk sekolah. Lokasi kampung-kampung yang tersebar di berbagai wilayah mengakibatkan pembangunan pendidikan sulit untuk dilaksanakan,” ucap Menteri Bambang.

Begitu pun halnya dengan telemedicine. Menurut Menteri Bambang, telemedicine merupakan satu terobosan bagi pelayanan kesehatan yang terkendala karena kondisi geografis yang sulit. Telemedicine didesain tidak hanya untuk memberikan pelayanan kesehatan, namun juga sebagai suatu platform pendidikan dan riset.

Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati Kementerian PPN/Bappenas dengan IASA dan membutuhkan  komitmen dari pemerintah pusat dan daerah adalah: (1) peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, (2) peningkatan akses dan kualitas pelayanan pendidikan, (3) peningkatan jaminan sosial dan kesejahteraan sosial, (4) pengembangan ekonomi lokal, (5) penyediaan infrastruktur dasar, (6) peningkatan konektivitas, dan (7) peningkatan tata-kelola.

“Dalam pelaksanaannya, kerja sama ini melibatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, serta pemerintah provinsi/kabupaten/kota,” pungkas beliau. (HS)

Related posts

Leave a Comment