Sering Sesak Napas, Waspada PPOK

Jakarta,Gpriority- Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) adalah suatu penyakit yang dapat dicegah dan diobati yang telah menjadi masalah utama pada kesehatan masyarakat di dunia maupun di Indonesia.

Berbekal alasan tersebut pada tahun 2002 World COPD Day pertama kali diperingati dan rutin diperingati setiap tahun hingga saat ini. Pada prinsipnya, peringatan ini bertujuan membantu menginspirasi para penderita PPOK dan orang terdekat yang terlibat dalam perawatannya, untuk meningkatkan kwalitas hidup penderita PPOK secara menyeluruh, dan meningkatkan kesadaran masyarakat umum terhadap PPOK.

Menurut, DR. Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FISR, FAPSR  Ketua PDPI dalam jumpa pers  World COPD Day 2019 yang berlangsung di kantor PDPI,” PPOK paling sering terjadi pada usia lebih dari 40 tahun. Namun, berbagai faktor dapat berpengaruh pada perkembangan penyakit ini, bahkan sejak masih dalam kandungan, yaitu gangguan tumbuh kembang organ pernapasan. Infeksi saluran napas berulang pada masa awal kehidupan juga berkontribusi pada perkembangan PPOK. Di seluruh dunia, faktor risiko yang paling sering ditemui untuk PPOK adalah asap rokok dengan berbagai variasi jenis dan komposisinya. Faktor risiko penting lainnya termasuk debu dan bahan kimia di tempat kerja dan asap dari bahan bakar untuk memasak pada tempat tinggal dengan ventilasi yang buruk, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Dengan adanya faktor-faktor tersebut, tidak ada kata terlalu dini untuk mencegah dan mengenali PPOK.”

Untuk itulah dalam peringatan hari PPOK ke-18 ini, Dr.Agus mengajak agar PPOK ini dicegah dan juga diobati sehingga pasien penderita PPOK di Indonesia yang berjumlah 384 juta berdasarkan Riskesda 2013 bisa semakin menurun.

Dr.Agus juga meminta kepada para profesional kesehatan agar rajin memberikan penyuluhan mengenai PPOK , sehingga masyarakat semakin mengerti mengenai PPOK. Dengan demikian PPOK di Indonesia semakin menurun.

Dr.Agus juga mengatakan bahwa Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) akan selalu berperan aktif dalam melakukan tindakan promotif,preventif,kuratif dan rehabilitatif untuk PPOK.PDPI juga turut mengusulkan dan mendorong ketersediaan obat-obatan PPOK dalam bentuk inhaler yang terjangkau oleh masyarakat luas.(hs)

Related posts