Sertifikasi Usaha Pariwisata dibutuhkan Untuk Pengembangan Pariwisata

Bagi para pelaku bisnis pariwisata, sertifikasi usaha pariwisata sangat dibutuhkan guna pengembangan kegiatan kepariwisataan nasional dalam menghadapi persaingan globalisasi dan liberalisasi sektor jasa baik di tingkat regional dan internasional.

Mengingat pentingnya sertifikasi usaha pariwisata ini maka pada kamis (16/3), Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata  Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar rapat koordinasi (rakor) Sertifikasi Usaha Pariwisata di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar Jakarta.

Rakor sendiri dibuka oleh Deputi BidaIMG_2036ng Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman. Dadang mengatakan, sertifikasi usaha pariwisata sangat dibutuhkan untuk  pengembangan kegiatan kepariwisataan nasional dalam menghadapi persaingan globalisasi dan liberalisasi sektor jasa baik di tingkat regional dan internasional.

“Sertifikasi Usaha Pariwisata merupakan amanat Undang-Undang No 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, dimana pada Pasal 16 dijelaskan bahwa Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat kepada usaha dan pekerja pariwisata untuk mendukung peningkatan mutu produk pariwisata, pelayanan, dan pengelolaan kepariwisataan,” kata Dadang Rizki Ratman.

 Dadang berharap melalui rakor ini ada kesepahaman dan dukungan dari Dinas Pariwisata masing-masing daerah di seluruh Indonesia dalam mengimplementasi kebijakan Pemerintah terutama mengenai Sertifikasi Usaha Pariwisata.

“Dukungan dan kesepahaman stakeholder terkait dalam implementasi kebijakan standardisasi sangat mempengaruhi keberhasilan percepatan Sertifikat Usaha Pariwisata,” tutup Dadang Rizki Ratman. (HS.Foto:HS)

 

Related posts

Leave a Comment