Sertifikat SNI Pasar Rakyat Kepada Enam Pasar diserahkan Kemendag

Guna meningkatkan kualitas dan fasilitas pasar rakyat sebagai ujung tombak perekonomian Indonesia, Kementerian Perdagangan menerapkan  Standar Nasional Indonesia (SNI) Pasar Rakyat.

SNI Pasar Rakyat disusun dan ditetapkan oleh Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN) melalui Surat Keputusan Nomor 84/KEP/BSN/4/2015 pada 6 April 2015  sebagai pedoman dalam mengelola dan membangun pasar rakyat, serta memberdayakan komunitas pasar rakyat sehingga dapat dikelola secara profesional, memiliki kualitas dan fasilitas yang memadai guna terciptanya pasar rakyat yang bersih, sehat dan nyaman.

Mengingat pentingnya SNI Pasar Rakyat ini, Kemendag sejak tahun 2015 hingga 2017 melakukan pendampingan penerapan SNI Pasar Rakyat. Hasilnya 16 pasar telah mendapatkan SNI.

Di tahun 2017, Kementerian Perdagangan kembali mengeluarkan sertifikat SNI  kepada enam pasar. Sertifikat sendiri diserahkan di sela-sela rapat kerja (raker) Kemendag pada rabu (31/1) di Hotel Borobudur, Jakarta.  

Sertifikat SNI Pasar Rakyat diserahkan oleh Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Syahrul Mamma kepada kepala daerah atau yang mewakili keenam pasar tersebut. Keenam pasar yang memperoleh Sertifikat SNI  adalah Pasar Imogiri Kabupaten Bantul, Pasar Tanggul Kota Surakarta, Pasar Manis Kabupaten Banyumas, Pasar Agung Kota Denpasar, Pasar Gunung Sari Kota Cirebon dan Pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang.  

Ditemui seusai penyerahan sertifikat, Syahrul mengatakan, pasar rakyat merupakan suatu infrastruktur ekonomi daerah yang mempunyai fungsi strategis untuk memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah, meningkatkan kesempatan kerja serta menyediakan sarana berjualan terutama bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.

Selain itu, lanjut Syahrul, pasar rakyat menjadi referensi harga bahan pokok yang mendasari perhitungan  inflasi  dan  indikator  kestabilan  harga  dan  meningkatkan Pendapatan  Asli Daerah (PAD).  Pasar  rakyat  juga  merupakan  salah  satu  sarana  pelestarian  budaya  setempat  dan merupakan  hulu  sekaligus  muara  dari  perekonomian  informal  yang  menjadi tulang  punggung perekonomian Indonesia. (HS)

 

Related posts

Leave a Comment