Si Pitung Beraksi Kembali

Jakarta,Gpriority-Di tengah derasnya motor super canggih dan modern, Honda justru kembali mengeluarkan sepeda motor bebek Honda terlaris sepanjang masa Super Cub C125. Dengan desain timeless dan fitur-fitur canggih, motor ini siap melengkapi pilihan Anda yang menyukai karakter unik yang tak lekang oleh waktu.

Tahun 1958 Honda Super Cub  diperkenalkan. Tujuannya untuk memberi kesenangan kepada para penggunanya. Seiring perkembangan jaman, Honda Super Cub terus memperbarui modelnya, termasuk ketika jaman retro mulai terkenal di tahun 1970-an, Honda Super Cub mengeluarkan produk terbarunya c70 atau lebih dikenal di Indonesia sebagai Honda Pitung Puluh (Pitung).

Di zaman tersebut, Pitung semakin dikenal , ini terlihat dari banyaknya Honda Super Cub  c70 yang berkeliaran di penjuru dunia.

Karier Honda Super Cub berhenti pada tahun 80an dan dilanjutkan tahtanya oleh Honda Astrea 700 dan Honda Astrea 800.

Seiring dengan banyaknya permintaan konsumen, pada tahun 2015 yang lalu, Honda sempat memproduksi ulang motor ini namun sayangnya Honda hanya memproduksinya dalam jumlah terbatas.

Di pertengahan 2017 hingga 2018 Honda kembali menghadirkan motor bergaya retro yang merupakan reinkarnasi dari Honda C70 atau akrab disebut “Honda Pitung”. Walaupun desainnya jadul, namun motor bernama Honda Super Cub ini mengusung teknologi modern yang biasanya kita jumpai pada motor bebek masa kini. Sistem pembakarannya tidak lagi menggunakan karburator, karena sudah mengadopsi teknologi Fuel Injection (PGM-FI) yang dipadukan dengan mesin berkapasitas 109.17cc, sehingga lebih bertenaga dan hemat bahan bakar.

Untuk saat ini Honda Super Cub baru dipasarkan di Thailand dan tidak menutup kemungkinan akan dipasarkan di Indonesia dalam waktu dekat ini.

Honda tetap mempertahankan desain Honda Pitung yang mencerminkan motor retro dengan nilai historis tinggi. Namun sentuhan modern terlihat pada lampu depan Honda Super Cub, karena sudah menggunakan teknologi LED yang akan memberikan penerangan lebih maksimal dibandingkan lampu konvensional. Desain lampu utamanya tetap membulat dan disampingnya terpasang lampu sein yang sama-sama berbentuk bulat. Lampu belakangnya juga terlihat klasik dan sama-sama memiliki sein membulat.

Jok depan dan belakang dibuat terpisah dengan sentuhan 2 warna klasik yang membuatnya terlihat lebih eksklusif. Lalu ada pula speedometer full analog yang mencerminkan motor retro. Kemudian untuk dimensinya memiliki ukuran panjang 1.858 mm, lebar 694 mm, dan tinggi 1.044 mm. Jarak sumbu rodanya berukuran 1.212 mm dan tinggi tempat duduknya 742 mm. Secara keseluruhan desainnya terlihat klasik, sehingga membuatnya berbeda dari motor bebek lainnya yang cenderung modern dan futuristik.

Untuk sektor dapur pacu, Honda Super Cub 2018 mengusung mesin 4 Tak berkapasitas 109.17cc dengan sistem pendingin udara. Mesin tersebut mampu mengeluarkan tenaga maksimum sebesar 7.89 Horsepower pada putaran mesin 7.500 rpm. Sedangkan torsi puncaknya mencapai 8.5 Nm pada putaran 5.500 rpm. Tenaga dan torsi tersebut disalurkan pada sistem transmisi 4 tingkat percepatan yang memastikan performa Honda Super Cub semakin optimal dan bisa berlari cukup cepat.

Sistem pembakaran Fuel Injection menjadi salah satu kelebihan Honda Super Cub 2018. Teknologi PGM-FI yang dipakainya membuat konsumsi bahan bakar semakin irit dan membuatnya lebih ramah lingkungan. Sayangnya performa motor ini masih di bawah Honda Revo X yang bisa mengeluarkan tenaga maksimum sebesar 8.91 PS pada 7.500 rpm dan torsi 8.76 Nm pada 6.000 rpm. Perbedaan performanya hampir tidak terasa, sehingga motor ini tetap bisa diandalkan sebagai kendaraan harian untuk menemani setiak aktivitas setiap harinya. (Hs)

Related posts

Leave a Comment