Sparko, Olahraga Kopassus yang Diminati Anak Milenial

Jakarta,Gpriority-Terinspirasi dari film 300 karya sutradara Zack Snyder (2007), Sparko dinilai lebih efektif menurunkan berat badan, karena gerakan yang dijadikan latihan, hampir mirip seperti olahraga Kopassus.

Bicara mengenai film, ternyata film 300 mengisahkan para prajurit Sparta bertubuh bugar dan juga kekar (six pack). Hal ini yang membuat salah satu prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Batalyon 812 Satuan yaitu Mayor Inf Eka Wira Darmawan terinspirasi untuk menciptakan suatu komunitas olahraga (body building) modern yang kini dikenal dengan nama Sparko (Spartan Komando).

Sapartan sendiri berarti petarung. Dapat disimpulkan Sparko adalah olahraga satu komando satu gerakan. Bukan saja dapat menurunkan berat badan, Sparko juga dapat menyeimbangkan tubuh. Meskipun olahraga ini terbilang berat, akan tetapi Sparko banyak digandrungi anak muda karena selain berolahraga, mereka bisa berkumpul dengan anggota komunitas.

Dan di masing-masing kota, komunitas Sparko pun di bentuk dengan menggunakan nama kota masing-masing sebagai identitasnya. Misalnya saja Sparko Jakarta, Sparko Surabaya, Sparko Bandung, Sparko Pekanbaru, Sparko Bogor dan lain sebagainya.

Komunitas Spartan Komando yang dibentuk oleh Eka Wira pada pertengahan 2015 lalu, awalnya merupakan sebuah program Multiple Endurance Training (MET) yang diciptakan oleh beberapa prajurit pasukan khusus Indonesia (Kopassus), dimana latihan tersebut berkonsep Street Workout, Military Crossfit, Balance Training serta High Intensity Interval Running (HIIR) yang memang hanya diperuntukkan untuk para prajurit Kopassus.

Namun dengan seiring maraknya peminat terhadap Komunitas olahraga Sparko, Eka Wira pun pada akhirnya membuka kesempatan kepada masyarakat umum, mulai dari remaja hingga orang dewasa untuk ikut bergabung dan berlatih bersama untuk merasakan manfaat dari program MET tersebut.

Setiap hari melalui akun media sosial instagram miliknya, Eka Wira atau yang lebih akrab dikenal dengan sebutan The King of Sparko yang selalu memotivasi para pengikutnya untuk terus menyempatkan diri berolahraga minimal 30 menit sehari baik di pagi hari maupun sore hari meski memiliki banyak aktivitas. Menurutnya hal tersebut merupakan cara terbaik untuk menjaga kesehatan serta untuk meningkatkan produktivitas.

Dalam kurun waktu 3 tahun, kini Sparko tidak hanya berada di kota Jakarta saja namun juga berada di 58 kota lain seperti di Malang, Bogor, Madiun, Bandung, Solo, Padang, Jogja, Surabaya, Aceh, Pekanbaru dan beberapa kota lainnya di Indonesia. Walaupun saat ini yang aktif hanya di 40 kota. Dan belum lama ini Sparko jmendapatkan Rekor Muri dengan Peserta Terbanyak yang diikuti 40 ribu peserta warga Kota Bekasi yang berlangsung di Stadion Patriot Chandrabaga Kota Bekasi, Selasa, (6/8/19).

Untuk di Jakarta, komunitas Sparko terdapat di dua tempat, yakni di Senayan dan Cijantung. Biasanya Sparko Jakarta dilakukan di Senayan, tepatnya di Pintu Merah 57-58 Gelora Bung Karno.

Ketika ditemui di GBK, Dori Sendra Kudus, pelatih Sparko Jakarta mengatakan alasan saat ini dirinya  menjadi pelatih Sparko Jakarta. “Saya memang hobi olahraga dari kecil. Sudah menjadi atlet lari dari kelas 4 SD dan sempat pelatnas di Senayan (Stadion Madya). Kemudian juga diminta Mayor inf Eka untuk melatih,” ungkapnya. Mila/GP.

 

Related posts