Strategi Kabupaten Tambrauw untuk Menjadi Destinasi Wisata Unggulan

Tambrauw, Gpriority – Papua Barat memiliki potensi besar di dunia pariwisata, karena memiliki destinasi pariwisata yang menarik. Salah satu daerah di Papua Barat yang memiliki destinasi menarik adalah Kabupaten Tambrauw.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tambrauw pun menyadarinya, untuk itulah dalam beberapa waktu terakhir ini, pemkab mulai berbenah diri untuk menjadikan  destinasi wisata Tambrauw sebagai unggulan.

Salah satu upayanya adalah press tour mengajak 10 wartawan media nasional dan Kementerian Pariwisata pada Senin- Kamis (4-7 Maret 2019) dengan rute Manokwari – Kebar – Miyah – Sausapor – Sorong.

“Tambrauw merupakan destinasi press tour pertama kami pada 2019. Alasan kami langsung memilih Tambrauw sebagai destinasi pertama karena saya kagum dengan komitmen Bupatinya untuk memajukan pariwisata Tambrauw,” ujar Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti dalam acara penyambutan rombongan Press Tour Biro Komunikasi Publik dengan Bupati Tambrauw Gabriel Asem beserta jajarannya di Pantai Sausapor, Papua Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Guntur Sakti juga menjelaskan bahwa sebagian besar pendukung kemajuan sektor pariwisata karena komitmen CEO-nya. “Bisa dibilang 50% kemajuan pariwisata di daerah dikarenakan komitmen dari CEO-nya. Saya dibuat kagum karena sepanjang 680 km jalan yang dibangun di Kabupaten Tambrauw untuk membuka aksesibiltas merupakan dana APBD,” ujar Guntur.

Merespon hal itu, Bupati Tambrauw Gabriel Asem, mengatakan demi mempercepat pertumbuhan pariwisata Tambrauw, pembangunan infrastruktur memang menjadi prioritas. “Yang kami lakukan adalah membangun infrastruktur dulu seperti jalan dan jembatan sebagai akses menuju destinasi. Saat ini bandara di Sausapor sudah siap dengan jalan akses menuju bandara selebar 50 meter. Ke depannya, kita akan aspal jalan menuju bandara, lalu menuju Kabupaten pusat pemerintahan yang baru di Fef,” jelas Gabriel.

Lebih lanjut, Gabriel menjelaskan aksesibilitas memasuki Tambrauw, dapat melalui dua titik, Manokwari dan Sorong. Wisatawan bisa masuk melalui Manokwari atau Sorong menggunakan direct flight dari Jakarta atau Makassar, kemudian dilanjutkan menggunakan moda transportasi darat, laut, atau udara menuju Tambrauw.

Selama 7 tahun pemerintahan, pihaknya telah menghabiskan dana hingga Rp10 miliar untuk mempersiapkan segala hal yang dapat mendukung promosi sektor pariwisata mulai dari infrastruktur, jalan, jembatan, listrik, telekomunikasi, air bersih, hingga pembangunan cottage. Untuk itu pada 2019, Tambrauw pun mulai mengundang investor untuk berinvestasi seperti Papua Diving dan Gajah Tunggal Group.

Sarana telekomunikasi dan internet di Tambrauw diakui Guntur Sakti sangat diperlukan untuk menjadikan Tambrauw sebagai destinasi wisata unggulan yang online, dapat eksis dan viral di media sosial.

“Konektivitas diperlukan agar destinasi tidak offline. Masa depan Tambrauw sebagai destinasi pariwisata, salah satunya dengan terbukanya destinasi tambrauw di dunia maya,” ujar Guntur. (Hs)

 

 

Related posts

Leave a Comment