Strategi Manajemen dibutuhkan Dalam Mengelola Pariwisata

Jakarta,Gpriority-Pariwisata di Indonesia memiliki pesona yang mampu memikat wisatawan. Sayangnya tidak semua daerah mau mengelola pariwisatanya. Hal inilah yang membuat Forum Wartawan Kementerian Pariwisata (Forwapar) pada selasa (27/11) menggelar acara Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2019 di Sumba Room Hotel Borobudur dengan tema “Deregulation in Cyber Tourism Era”.

Dijelaskan oleh Fatoer selaku ketua Forwapar, acara ini diselenggarakan sebagai ajang diskusi sekaligus

memberikan sumbangsih bagi pengembangan pariwisata Indonesia. Fatoer juga mengatakan, Forwapar siap menjadi wadah pemangku kepentingan pariwisata.

Menteri Pariwasata (Menpar) Arief Yahya yang membuka ITO 2019 memberikan apresiasi kepada Forwapar karena acara ini bisa menjadi jalan pembuka bagi daerah untuk mengembangkan pariwisatanya. Arief Yahya dalam sambutannya juga mengatakan, untuk mengelola pariwisata dibutuhkan manajemen strategi.  

Manajemen strategi adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian keputusan – keputusan, manajemen strategis berfokus pada proses penetapan tujuan organisasi , pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategi mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi. Ada tiga tahapan dalam manajemen strategis, yaitu perumusan strategi, pelaksanaan strategi, dan evaluasi strategi.

Manajemen strategi merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun oleh dewan direksi dan dilaksanakan oleh CEO serta tim eksekutif organisasi tersebut. Manajemen strategis memberikan arahan menyeluruh untuk perusahaan dan terkait erat dengan bidang perilaku organisasi. 

Manajemen strategi  berbicara tentang gambaran besar. Inti dari manajemen strategis adalah mengidentifikasi tujuan organisasi, sumber dayanya, dan bagaimana sumber daya yang ada tersebut dapat digunakan secara paling efektif untuk memenuhi tujuan strategis. Manajemen strategis di saat ini harus memberikan fondasi dasar atau pedoman untuk pengambilan keputusan dalam organisasi. Ini adalah proses yang berkesinambungan dan terus-menerus. Rencana strategis organisasi merupakan dokumen hidup yang selalu dikunjungi dan kembali dikunjungi. Bahkan mungkin sampai perlu dianggap sebagaimana suatu cairan karena sifatnya yang terus harus dimodifikasi. Seiring dengan adanya informasi baru telah tersedia, dia harus digunakan untuk membuat penyesuaian dan revisi.

Selain manajemen strategi, Regulasi dan teknologi juga  sangat dibutuhkan dalam perkembangan bisnis. Sebab  mampu mempengaruhi bisnis dan merubah dunia.

Yang terakhir adalah strategi bersaing. Arief mengatakan strategi bersaing tidak ada yang baru. Untuk itulah kita harus menguasainya. “ Kalau sudah menguasai ini maka kita bisa bersaing dengan negara lainnya. Dan karena mampu menguasai strategi bersaing makanya pariwisata kita menjadi naik dibandingkan sebelumnya,” kata Menpar.

Meningkatnya  peringkat pariwisata Indonesia di dunia membuat Arief Yahya yakin, tahun 2019 sektor wisata bisa menjadi penghasil utama devisa negara.(Hs.Foto:Hs)

Related posts

Leave a Comment