Stunting Summit: Menurunkan Prevalensi Stunting di Indonesia

Untuk meningkatkan komitmen dan kapasitas daerah serta para pemangku kepentingan dalam merencanakan dan melaksanakan intervensi penurunan stunting terintegrasi di kabupaten maupun kota, Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan acara Stunting Summit di Hotel Borobudur, Jakarta pada rabu (28/3).

Stunting Summit merupakan pertemuan nasional yang diselenggarakan untuk pertama kalinya di Indonesia dalam rangka mendorong percepatan penurunan stunting di Indonesia. Acara yang mengangkat tema “ Bersama cegah stunting” ini juga menjadi momentum Pemerintah Indonesia untuk mencanangkan intervensi penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten/Kota prioritas dan memperluas lokasi intervensi secara bertahap.

“ Sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo mengenai pentingnya mengatasi masalah stunting yang disampaikan pada Rapat Paripurna DPR RI pada 16 Agustus 2017 tentang RAPBN 2018, pemerintah melaksanakan intervensi penurunan stunting terintegrasi yang difokuskan pada 100 kabupaten/kota pada 2018.Direncanakan kegiatan ini akan diperluas mencakup 160 kabupaten/kota pada 2019 dengan menambah 60 kabupaten/kota terutama di Provinsi Papua dan NTT,” ujar Menteri Bambang.

Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P.S Brodjonegoro, stunting apabila dibiarkan terus dapat merugikan perekonomian Indonesia sebesar 2-3 persen dari produk domestik bruto.

“ Jika PDB negara kita pada 2017 mencapai Rp.13.000 triliun pertahunnya, maka diperkirakan potensi kerugian akibat stunting mencapai Rp.300 triliun pertahunnya,” ucap Menteri Bambang.

Untuk itulah Menteri Bambang mengajak para kepala daerah dan pemangku kepentingan pembangunan lainnya untuk berinvestasi dalam menurunkan angka stunting karena berpotensi dapat mencapai keuntungan 48 kali lipat.

“ Melalui stunting summit ini pemerintah berharap dapat menggalang komitmen kepala daerah serta meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan dengan bersama-sama mencegah dan menurunkan prevalensi stunting di Indonesia,” tutup Menteri Bambang. (Hs.Foto:Allan)

               

Related posts

Leave a Comment