Surat Berharga Perpetual Untuk Proyek PLTU Meulaboh

Penerbitan Skema Surat Berharga Perpetual (SBP) merupakan sejarah baru dalam bidang instrumen investasi. Karena SBP menjadi modal kerja dalam pembiayaan infrastruktur.

Skema SBP yang diterbitkan oleh PT.Pembangunan Persero (Persero) TBK ini tidak memiliki tanggal jatuh tempo, tanpa jaminan dan memiliki fleksibilitas untuk melaksanakan opsi beli. Skema ini tidak mengakibatkan dilusi saham dan memperbaiki struktur modal pada suatu perusahaan.

Investor tidak hanya mendapat pembayaran kupon secara rutin dengan imbal hasil yang atraktif,tetapi juga mendapatkan tambahan imbal hasil setelah tahun ke-3 apabila PT.PP (Persero) TBK tidak melaksanakan opsi beli.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro dalam sambutannya pada acara penandatangan Akta penerbitan Surat Berharga Perpetual Antara PT.PP (Persero) TBK, PT.Ciptadana Asset Management Dan PT.Bank CIMB Niaga TBK Untuk Proyek PLTU Meulaboh, even pada siang ini merupakan even yang sangat penting dalam pembangunan infrastruktur. Sebab ini jadi salah satu alternatif pembiayaan non pembangunan yang sangat bagus sekali.artinya ada upaya pemerintah untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur.

“Kebutuhan investasi infrastruktur tidak hanya kebutuhan pada utang. Karena itulah kebutuhan mendorong investor di bidang equity sangat penting. Masalahnya skema seperti itu sangat jarang mendatangkan investor, dan jikapun ada kebanyakan investor lam.Berbekal alasan tersebut, PT.PP (Persero) TBK mengeluaran Surat Berharga Perpetual yang sifatnya nir equity. Kelebihannya sudah memberikan kenyamanan.untuk investor yang belum siap menunggu hasil di bidang investasi,” ucap Menteri Bambang.

Lebih lanjut dikatakan Menteri Bambang, Skema SBP akan digunakan dalam proyek PLTU Meulaboh. Jumlah dana yang diharapkan dapat dipenuhi melalui skema ini adalah Rp.8 Triliun, dimana dana tersebut akan dipenuhi secara bertahap dalam periode 4 tahun.

Dan kalau kerjasama ini berhasil maka akan banyak investor yang melakukan skema ini untuk pembangunan infrastruktur.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) Eko Putro Adijayanto mengatakan momentum penerbitan SBP dapat menjadi sentimen positif dan preseden yang baik dalam menarik investor untuk berinvestasi di Indonesia.(Hs.Foto:Hs)

Related posts

Leave a Comment