Tahun 2018, Mendag Targetkan Revitalisasi 1592 Unit Pasar Rakyat

Kemendag terus mengupayakan pencapaian target revitalisasi 5000 pasar rakyat di tahun 2019, terbukti pada tahun 2017 kemendag telah merevitalisasi 909 pasar rakyat, yang terdiri dari 246 pasar melalui dana tugas pembantuan, 618 pasar melalui Dana Alokasi Khusus APBN, serta 45 pasar melalui anggaran Kementerian Koperasi dan UKM.

“ Di tahun 2018, Kemendag menargetkan pembangunan pasar rakyat sebanyak 1592 unit, yang terdiri dari 267 pasar melalui dana tugas pembantuan dan 1275 pasar melalui Dana Alokasi Khusus APBN, ditambah dengan 50 pasar dari anggaran Kementerian Koperasi dan UKM. Untuk revitalisasi pasar rakyat ini Kemendag mengalokasikan dana sebesar Rp 5,50 triliun,” ucap Menteri Perdagangan (Mendag) Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam Konferensi Pers Refleksi Perdagangan 2017 dan Proyeksi Perdagangan 2018 di Auditorium Gedung Utama Kemendag, Jakarta Pusat pada Kamis (4/1)

Lebih lanjut dijelaskan Mendag Enggartiasto Lukita, masalah yang dihadapi dalam persaingan pasar tradisional dengan pasar retail modern yang pertama mengenai kondisi pasar, “ Bisa kita lihat pasar tradisional terkenal dengan jelek, kotor dan bau sangat berbeda dengan pasar modern yang ber-AC, bersih dan terang,” ucap Mendag.

Kedua seperti yang dituturkan Mendag Enggar adalah akses terhadap barang penjual pasar tradisional.  Pedagang tradisional mendapat harga yang tinggi karena mereka membeli kepada pengusaha dengan jumlah yang tidak besar sehingga mereka sulit untuk bersaing dalam harga jual. Ketiga adalah modal, kalau pedagang besar modalnya sangat kuat dan dibayar dengan kepercayaan yang besar mereka bisa membayar 1-3 bulan sedangkan pedagang kecil mereka harus membayar tunai.

“ Saya akan memanggil pihak pasar retail modern untuk menyuplai barang dengan harga kompetitif yang kurang lebih sama dengan pasar tradisional,” ucap Mendag Enggar.

Mendag Enggar juga menjelaskan bahwa Kemendag juga akan melakukan kerjasama dengan pihak perbankan dengan mengeluarkan kredit modal kerja bukan dengan KUR melainkan dengan sistem rekening koran sehingga bunganya dapat disesuaikan.

“ Kredit Modal kerja ini dijamin tidak akan merepotkan para pedagang,” tutup Mendag.(Syifa.Foto:Syifa/Sofie)

Related posts

Leave a Comment