Tempat Wisata Halal di Indonesia Yang Bisa di Kunjungi

Beberapa minggu yang lalu, saya mendapat kabar gembira dari Kementerian Pariwisata bahwa Indonesia berhasil memenangkan 12 penghargaan di ajang World Halal Tourism Award 2016 yang diselenggarakan di Abu Dhabi.

Berikut adalah daftar lengkap kategori yang berhasil dimenangkan oleh Indonesia di ajang World Halal Tourism Awards 2016:

  1. World’s Best Airline for Halal Travellers, Garuda Indonesia
  2. World’s Best Airport for Halal Travellers, Sultan Iskandar Muda International Airport, Banda Aceh
  3. World’s Best Family Friendly Hotel, The Rhadana Kuta, Bali
  4. World’s Most Luxurious Family Friendly Hotel, The Trans Luxury Hotel Bandung
  5. World’s Best Halal Beach Resort, Novotel Lombok Resort & Villas
  6. World’s Best Halal Tour Operator, ERO Tour, Sumatera Barat
  7. World’s Best Halal Travel Website, www.wonderfullomboksumbawa.com
  8. World’s Best Halal Honeymoon Destination, Sembalun Valley Region, NTB
  9. World’s Best Hajj & Umrah Operator, ESQ Tours and Travel, Jakarta
  10. World’s Best Halal Destination, Sumatera Barat
  11. World’s Best Halal Culinary Destination, Sumatera Barat
  12. World’s Best Halal Cultural Destination, Aceh.

Keberhasilan Indonesia diajang tersebut langsung membuat saya berkeinginan untuk mengunjungi tempat-tempat yang menjadi destinasi pariwisata halal Indonesia. Berbekal smartphone, saya mulai searching. Hasilnya, saya menemukan 10 tempat wisata halal yang cocok untuk mengisi waktu liburan saya.

  1. DKI Jakarta

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah DKI Jakarta. Letaknya yang tidak terlalu jauh dari rumah, membuat Ibukota Indonesia ini dipilih sebagai daerah yang menjadi awal perjalanan. Ada banyak tempat destinasi pariwisata halal yang bisa dikunjungi oleh wisatawan, seperti Masjid Istiqlal, Kebun Binatang Ragunan, mall-mall yang sudah dilengkapi fasilitas musholla hingga kepulauan seribu. namun penulis memilih Taman Impian Jaya Ancol yang terletak di Jakarta Utara.

Ya, saya memilih Ancol dikarenakan pantainya pada saat ini terbilang sangat bersih. Tidak ada lagi wisatawan yang menggunakan pakaian renang minim pada saat berenang. Jumlah masjid dan mushala di kawasan Ancol sudah mencapai sepuluh unit, termasuk satu masjid berukuran besar yang terletak di Sea World dan Ocean Beach Samudra. Serta kehadiran beberapa restoran yang memegang sertifikat halal dari MUI.

Di Ancol, saya berkeliling mulai dari pantai hingga Ecopark yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Putri Duyung Cottage. Ecopark merupakan salah satu wahana di Ancol yang mampu membuat saya berkesan. Sebab, kita diajarkan untuk menanam, bertani, berkebun hingga memetik hasil.

Jika ingin membawa anak-anak bermain, Dunia Fantasi yang jaraknya 50 Meter dari pintu gerbang masuk Ancol bisa menjadi rekomendasi. Bagi Anda yang menyukai dunia seni seperti penulis, bisa mengunjungi Pasar Seni Ancol. Di sana, Anda bisa menyaksikan lukisan-lukisan realis, abstrak dan juga potret.

Akses menuju kesana pun terbilang mudah, banyak angkutan umum yang siap mengantarkan Anda menuju gerbang Ancol. Perjalanan dilanjutkan dengan menaiki bus gratis yang disediakan oleh pengelola.

  1. Jawa Barat

Kota Depok yang termasuk di wilayah Jawa Barat memiliki daya tarik bagi wisatawan muslim mancanegara. Pasalnya di sana terdapat masjid yang terkenal akan kubahnya yang terbuat dari emas. Namanya Masjid Dian Al Mahri atau biasa dikenal dengan sebutan Masjid Kubah Emas.

Dengan menaiki sepeda motor, berangkatlah saya menuju kesana pada sabtu pagi. Sengaja saya memilih hari tersebut, dikarenakan jika berangkat pada minggu, saya tidak akan kebagian parkir motor, akibat banyaknya wisatawan yang berkunjung.

Siang hari saya tiba dilokasi. Seusai menaruh sepeda motor ditempat parkiran, saya pun menuju Masjid Kubah Emas untuk melaksanakan shalat dzuhur. Di masjid yang mulai diresmikan pada 31 Desember 2006 ini, ketakjuban langsung melanda hati pasalnya kubah, halaman dalam, gapura, serta penggunaan detail atau hiasan-hiasan dekoratif memiliki gaya arsitektur dengan ciri keislaman yang sangat kuat.

Yang membuat hati ini semakin takjub adalah ketika melihat 4 kubah kecil yang mendampingi 1 kubah besar. Bagaimana tidak 4 kubah tersebut berkilau terang seperti emas ketika terkena sinar matahari. Penasaran, saya pun menghampiri salah seorang pengurus bernama Karno. Karno pun menjelaskan bahwa 4 kubah kecil dan 1 kubah besar semuanya terbuat dari emas seberat 24 karat.

Jika masih belum puas berkeliling Masjid Kubah Emas di Depok, Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Pantai Pelabuhan Ratu Sukabumi, Green Canyon Pangandaran, Kawah Putih Bandung, Ciater Bandung, Wisata Lembang Bandung dan Taman Safari Indonesia Bogor.

Tidak perlu khawatir untuk berwisata disana, pasalnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah menjadikan lokasi yang disebutkan di atas sebagai destinasi pariwisata halal.

  1. Yogyakarta

Di Yogyakarta banyak sekali lokasi wisata halal yang ditawarkan oleh tour and travel, seperti Masjid Agung Keraton, Borobudur, Gunung Merapi, Candi Prambanan, Kampung Kauman, Makam Imogiri, dan pantai Parangtritis. Namun saya memilih Taman Sari yang terletak di Kota Yogyakarta sebagai tour ketiga  jelajah wisata halal. Sejarah kejayaan Islam di Taman Sari yang menjadi alasannya.

Untuk menuju Taman Sari hanya memakan waktu sekitar 20 menit dari alun-alun utara keraton. Kebetulan hotel yang dipilih letaknya tidak jauh dari keraton, alasannya agar bisa menikmati keindahan Yogyakarta di malam hari.

Di Taman Sari, pemandu wisata sudah menunggu. Tujuan pertama adalah Gapura Panggung. Gapura Panggung pada zaman dahulu dipergunakan oleh Sultan Yogyakarta melihat pertunjukkan pentas seni termasuk kesenian yang berasal dari islam.

Perjalanan dilanjutkan menuju kolam pemandian. Dulunya kolam ini hanya diperuntukkan bagi sultan dan anggota keluarganya saja. Namun setelah menjadi destinasi pariwisata, semua wisatawan diperbolehkan melihat tempat ini. Agak lama juga saya berada di tempat tersebut. Hawanya yang sejuk disertai  gemericik air yang berasal dari kolam jernih dengan perpaduan tembok-tembok yang terlihat gagah menjadi alasan kenapa saya mau berlama-lama ditempat tersebut.

Saya juga diajak ke menara yang pernah dijadikan ruangan pribadi sultan. Di sana terdapat sebuah periuk yang dulunya pernah dijadikan tempat bagi istri-istri sultan untuk bercermin. Meski berusia 200 tahun, periuk itu masih terlihat gagah. Selain periuk, di menara yang terdiri dari tiga tingkat ini, Anda bisa melihat tangga yang terbuat dari kayu jati.  Kabarnya tangga tersebut dibangun beberapa abad yang lalu, namun anehnya hingga saat ini masih terlihat bagus dan terawat. Beralih ke lantai atas, Anda akan mendapatkan pemandangan yang mengasyikkan. Ini bisa terjadi akibat Pantulan sinar matahari yang mengarah ke kolam dan area taman dibawahnya.

Pemandu juga membawa saya menuju Gapura Agung. Gapura Agung yang dahulunya tempat kedatangan kereta kencana milik sultan dan keluarganya, nampak terlihat sangat indah karena banyak dihiasi oleh bunga.

Puas berkeliling di Gapura Agung, saya meminta pemandu untuk menghantarkan ke Masjid Sumur Gumuling dan Gedung Kenongo. Untuk menuju tempat tersebut, saya harus melewati lorong bawah tanah yang menjadi penghubung Taman Sari dengan Keraton dan Pulo Kenongo yang menjadi lokasi dua tempat wisata tersebut. Menurut pemandu lorong ini sengaja dibangun untuk berjaga-jaga apabila keraton dalam keadaan genting.

Beberapa menit perjalanan kami pun tiba di Pulo Kenongo nampak bunga kenanga menghiasi perjalanan kami menuju Masjid Sumur Gumuling. “ Menakjubkan”, itulah kata yang terucap begitu tiba di Masjid Sumur Gumuling. Masjid yang terletak di bawah tanah ini masih berdiri dengan kokoh meskipun berusia ratusan tahun. Masjid yang memiliki desain arsitektur unik ini, memang sengaja dibangun di bawah tanah. Tujuannya untuk mengingatkan manusia bahwa mereka akan kembali ke dalam tanah.

Tidak butuh pengeras suara dalam masjid ini, sebab atapnya yang bulat menciptakan ruang berakustik baik sehingga suara imam tetap bisa terdengar. Masjid terbagi menjadi dua lantai, bawah untuk jamaah perempuan dan atas untuk jamaah laki-laki. Empat tangga mengarah ke sebuah pelataran kecil, lalu satu tangga mengarah ke lantai dua. Kelimanya merupakan simbol dari rukun Islam, dengan satu tangga naik ke lantai atas mewakili rukun kelima yang berbunyi naik haji jika mampu.

Tidak terasa perjalanan kami menuju persinggahan terakhir yakni Gedung Kenongo. Di gedung yang paling tinggi di Taman Sari ini, kami menikmati indahnya matahari tenggelam dan juga sekitaran keraton.

  1. Jawa tengah

Jawa Tengah memiliki destinasi pariwisata halal yang cukup bagus untuk dikunjungi, seperti Makam Sunan Kalijaga, Masjid Menara Kudus, Makam Raden Patah, Masjid Agung Demak, serta Masjid Agung Jawa Tengah. Namun saya memilih Masjid Agung Demak yang terletak di Kabupaten Demak Jawa Tengah. Jaraknya kurang lebih 25 meter dari Kota Semarang.

Wisatawan termasuk saya senang berkunjung ke Masjid tertua di Indonesia ini dikarenakan banyak sekali sejarah-sejarah islami yang tersimpan. Ya, Masjid Agung Demak merupakan tempat berkumpulnya para wali dalam menegakkan ajaran islam di tanah jawa. Di Masjid itulah awal mula berdirinya kerajaan islam di tanah jawa. Dan masih banyak lagi sejarah-sejarah islam yang akan kita dapatkan dari pengurus masjid ketika tiba disana.

Daya tarik lainnya menurut wisatawan yang hadir bersama saya adalah desain bangunannya yang terbilang unik. Jika kita melihat atapnya berbeda dengan masjid-masjid di Indonesia yang condong ke bulat. Masjid Agung Demak memiliki bentuk limas bersusun tiga. Detail desainnya memiliki makna-makna yang terkait dengan islam yakni iman, islam dan ihsan (kesempurnaan). Kemudian ada 5 pintu yang menghubungkan antar ruangan. Jumlah ini sebagai gambaran dari rukun islam. Jendela dibuat sebanyak 6 buah yang menandakan rukun iman.

Bangunan utama Masjid Agung Demak memiliki luas 31 x 31 m2 yang didominasi oleh Kayu Jati bekas peninggalan wali songo pada tahun 1478. Di sisi bangunan utama terdapat sebuah menara, bedug besar dan museum sejarah mengenai Masjid Agung Demak.  Serta samping kiri bangunan terletak makam-makam kesultanan demak dan anggota keluarganya.

  1. Kota Malang Jawa Timur

Petualangan selanjutnya adalah Kota Malang yang berada di Provinsi Jawa Timur. Di Kota Malang banyak sekali dijumpai hotel-hotel berkonsep syariah. Di kota Malang juga banyak ditemui destinasi pariwisata halal yang menarik untuk dikunjungi. Namun dari sekian banyak destinasi yang penulis kunjungi ada satu tempat yang sangat menarik yaitu Pasar Senggol yang terletak di Jalan Sutan Syahrir.

Semenjak diresmikan Walikota Malang  Mochamad Anton pada 16 Desember lalu sebagai wisata kuliner halal, Pasar Senggol Sutan Syahrir ramai dikunjungi oleh wisatawan muslim mancanegara dan juga domestik.

Saya melihat konsep yang dibuat Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) yang terbilang unik, menjadikan Pasar Senggol Sutan Syahrir ramai dikunjungi wisatawan. Ya, disetiap tenda Disbudpar memberikan konsep yang sangat unik sehingga mampu menarik pengunjung. Tidak hanya itu hadirnya kuliner ternama khas Malang seperti rawon dan rawon nguling serta ratusan kuliner halal lainnya yang rasanya sangat lezat ternyata menjadi alasan semua wartawan untuk berkunjung ke Pasar Senggol Sutan Syahrir meskipun baru berdiri.

  1. Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat

World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon 2015 serta pemenang Wisata Halal Indonesia 2016 merupakan bukti bahwa Pulau Lombok yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah destinasi wisata halal terfavorit dunia dan juga Indonesia. Jadi tidak salah kalau saya menjejakkan kaki disana. Setibanya di sana kita sudah disambut dengan sebuah landmark berbentuk masjid yang berkubah warna emas dengan latar belakang bukit-bukit yang sangat indah.

Dimanapun kita melangkahkan kaki, masjid sangat mudah ditemukan. Menurut informasi pemandu, masyarakat di sini merasa bangga apabila bisa membangun masjid. Yang menarik membuat Pulau Lombok tambah menarik meskipun jumlah masjidnya tergolong banyak namun selalu dipenuhi oleh jamaah yang akan melaksanakan shalat. Untuk itulah masyarakat di Pulau Lombok terus melakukan swadaya untuk membangun masjid kembali.

Selain Masjid, di Pulau Lombok mata kita juga disuguhkan keindahan  Gunung Rinjani, Danau Segara Anak, Pantai Tanjung Aan, Pantai Kuta Lombok, Pantai Senggigi, Gili Meno, Gili Trawangan Gili Air atau menikmati bulan madu bersama pasangan ke Pulau Moyo. Untuk kulinernya tidak perlu khawatir, semua makanan di Pulau Lombok Halal.

  1. Aceh

Memenangkan 3 kategori wisata halal nasional dan dua kategori wisata halal internasional, membuat Provinsi Aceh menjadi favorit wisatawan muslim dan wisatawan mancanegara untuk berkunjung kesana. Salah satu yang menjadi favorit wisatawan termasuk juga saya saat berkunjung ke Aceh beberapa waktu yang lalu adalah Masjid Baiturrachman yang terletak di Kota Banda Aceh.

Masjid yang dibangun pada tahun 1612 Masehi oleh Sultan Iskandar Muda memiliki arsitektur yang memukau, ukiran yang menarik, halaman yang luas dengan kolam pancuran air bergaya Kesultanan Turki Utsmani serta kesejukan yang kita dapat ketika berada di dalamnya.

Masjid Baiturrachman juga dikenal sebagai salah satu masjid di Indonesia yang menjadi pusat pembelajaran islam oleh orang-orang seluruh dunia. Masjid Baiturachman juga tetap berdiri megah ketika tsunami melanda Aceh beberapa tahun yang lalu.

Dan satu lagi yang menjadi alasan saya dan juga wisatawan lainnya berkunjung ke Masjid Baiturrachman adalah pada 7 Oktober 2016 lalu dinobatkan sebagai pemenang wisata halal nasional dalam kategori daya tarik wisata halal terbaik.

Jadi tidak salah kan, jika saya dan wisatawan lainnya langsung berkunjung ke Masjid Baiturrachman begitu tiba di Banda Aceh.

Selain Masjid, Aceh dikenal juga sebagai daerah yang memiliki destinasi wisata pantai yang cukup menarik, salah satunya adalah Ujong Blang. Letaknya yang sangat strategis dan tidak terlalu jauh dari jantung kota, membuat Ujong Blang dipadati wisatawan dalam setiap harinya. Pantainya pun terbilang cukup indah dan bersih, membuat kita ingin berlama-lama ketika berada di sana.

Jika sudah merasa lapar, Anda tidak perlu merasa khawatir. Banyak kuliner halal menarik yang tersaji di sana seperti ikan bakar dan rujak. 

  1. Sumatera Barat

Lembah Harau, Istana Pagaruyung, Jam Gadang, Pantai Pemutusan, Pantai Pagang, Puncak Lawang dan lain merupakan destinasi pariwisata favorit yang dikunjungi oleh wisatawan muslim ketika berkunjung ke Sumatera Barat. Namun karena keterbatasan waktu, saya memutuskan hanya satu destinasi saja yang akan dikunjungi. Setelah melihat-lihat data dan gambar melalui internet smartphone, akhirnya saya memilih Lembah Harau yang terletak di Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota.

Topografi yang sangat menarik dan bagian dari cagar alam Harau menjadi alasan saya memilih Lembah Harau sebagai tempat persinggahan. Dengan menaiki mobil sewaan berangkatlah saya menuju lembah tersebut. Setibanya di sana, sudah banyak wisatawan asing dan domestik yang datang. Ada yang berselfie ria dengan latar belakang lembah dan ada juga yang beraktivitas trekking berkeliling lembah seperti saya. Untuk melakukan aktivitas trekking, disarankan untuk menggunakan jasa pemandu wisata agar tidak tersesat. Untuk paket trekking satu hari biasanya dikenakan tarif sebesar Rp.100.000,- hingga Rp.200.000,-.

Di Lembah Harau, Anda juga bisa menyaksikan keindahan air terjun atau biasa disebut orang Minang sarasah. Ada empat sarasah yang cukup terkenal disana, Sarasah Sarasa Murai, Sarasah Akar Berayun, Sarasah Sarasa Bunta dan Sarasah Sarasa Luluih. Keempat sarasah itu memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri yang akan Anda jumpai begitu berkunjung kesana.

Untuk penginapan, jangan khawatir disekitar Lembah Harau banyak sekali fasilitas penginapan seperti resort dan juga hotel yang cukup bagus.

  1. Batam Kepulauan Riau

Letaknya yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, membuat Batam menjadi daerah yang menarik untuk dikunjungi wisatawan mancanegara dan juga wisatawan muslim. Kebetulan saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke sana, dikarenakan ada tugas dari kantor untuk menghadiri acara yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata beberapa waktu yang lalu.

Di sana, saya coba menanyakan tempat-tempat wisata menarik kepada penduduk sekitar. Mereka memberi tahu untuk datang ke Bukit Senyum, Megawisata Ocarina Batam, Marina Batam dan Jembatan Barelang. Pilihan pun jatuh kepada Bukit Senyum. Sore hari dengan menaiki mobil sewaan saya bersama teman-teman yang ikut acara tersebut berkunjung ke sana.

 Tiba di sana, kami bergegas naik ke atas bukit, sebab salah seorang penduduk yang kami temui berkata bahwa kota Batam terlihat sangat indah pada malam hari, jika dilihat dari sana. Tiba di atas bukit, kami menyempatkan diri untuk shalat magrib berjamah dan setelah itu kami melihat pemandangan Batam dari atas bukit. Benar saja, Batam di malam hari nampak indah seperti kota berlian. Puas memandang kota Batam, kami beralih ke sudut lainny, di sana kami bisa melihat kota Singapura pada malam hari. Tidak terasa waktu beranjak malam, perut pun sudah mulai keroncongan, kami pun mencari makanan. Mudah menemukan makanan halal di Batam, dikarenakan banyak sekali penjual makanan yang menjajakannya. Banyaknya penjual makanan halal di Batam dikarenakan sejak beberapa bulan yang lalu, Pemerintah Kota Batam mencanangkannya sebagai kota pariwisata halal.

  1. Sulawesi Selatan

Tidak hanya Pulau Jawa, Lombok, Aceh, Batam, dan Sumatera Barat saja yang banyak dikunjungi wisatawan muslim, Provinsi Sulawesi Selatan pun juga sama. Ini disebabkan Provinsi Sulawesi Selatan yang berpenduduk mayoritas muslim telah menjadikan wilayahnya sebagai destinasi pariwisata halal. Mulai dari hotel halal, kuliner halal hingga Masjid sudah tersedia di sana.

Saya pun tidak ingin ketinggalan seperti mereka, untuk itulah saya memutuskan untuk berangkat ke Sulawesi Selatan. Namun destinasi yang saya tuju adalah Rantepao yang terletak di Toraja Utara. Mungkin Anda bertanya,” kenapa Rantepao, bukankah banyak sekali destinasi pariwisata menarik yang ada di Sulawesi Selatan?”.

Memang benar Sulawesi Selatan dikenal memiliki banyak destinasi wisata menarik, seperti  Rumah Adat Tongkonan di Toraja, Rumah Panggung di Bugis,  Tana Toraja, Pantai Losari, Pulau Samalona, Taman Nasional Taka Bonerate, Masjid Teapung Al-Makazzary, Masjid Katangka serta Makam Sultan Hassanudin. Namun alasan saya memilih Rantepao dikarenakan wilayah tersebut memiliki destinasi pariwisata lengkap mulai dari alam, budaya hingga realigi.

Letaknya memang jauh, karena memakan waktu tempuh sebanyak 300 km dari Makasar. Tapi tekad membara yang diperlihatkan sejak di Jakarta membuat perjalanan jauh ini terasa sangat mengasyikkan. Tiba di Rantepao, tempat wisata yang pertama dituju adalah Masjid Raya Rantepao yang terletak di Jalan Kostan. Masjid ini terbilang unik dikarenakan memiliki sepasang rumah tongkonan yang dipasang disamping pintu masuk masjid. Yang membuat masjid ini bertambah menarik adalah desain arsitektur bangunannya yang berukiran motif khas budaya Toraja.

  Tilaga adalah tujuan selanjutnya.  Pemandian alam dengan air yang jernih membuat saya berkeinginan menuju kesana. Dengan menaiki bus jurusan Rantelemo saya pun menuju kesana. Tiba disana, langsung mandi. Sejuknya air alam ini membuat pikiran saya fresh kembali, perjalanan pun dilanjutkan ke perkuburan lemo yang letaknya tidak jauh dari Tilaga. Di Lemo, Anda bisa melihat patung tau-tau dan jenis kubur pahat Toraja. Asyiknya menikmati perjalanan di Lemo membuat saya tidak menyadari kalau hari sudah semakin sore. Untunglah ada beberapa wisatawan lainnya yang pergi dengan saya memberitahukannya. Dan saya pun memutusakan untuk kembali ke penginapan.

Tiba dipenginapan, telepon berdering. Singkat cerita, besok pagi saya harus kembali ke Jakarta, karena ada pertemuan mendadak yang mengharuskan saya hadir. Meskipun ada sedikit raut kecewa di wajah saya karena belom semua lokasi wisata di Rantepao yang saya kunjungi. Tapi saya berjanji di waktu yang akan datang kembali lagi ke Rantepao.(HS.Foto:Istimewa)

 

Related posts

Leave a Comment