Tour de Central Celebes 2017, Start dari Ampana

Di sepanjang jalur Tour de Central Celebes peserta dapat menikmati keindahan alam berupa pegunungan, wisata agro, danau, lembah, sungai, air terjun, tebing, cagar budaya beserta tari-tarian khas daerah, wisata religi, dan lokasi paralayang.

Event balap sepeda berskala international yang diberi nama “Tour de Central Celebes 2017” (TDCC) digelar pada bulan Sepember yang akan datang. Yang punya hajat acara ini adalah provinsi Sulawesi Tengah yang didukung oleh beberapa kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

TDCC ini akan menempuh 3 etape sepanjang 1000 km. Etape pertama, peserta start dari Ampana, Ibukota Kabupaten Tojo Una Una, menuju Poso, Ibukota Kabupaten Poso. Lanjut etape dua, dari Poso menuju Kabupaten Parigi Moutong dan etape terakhir, dari Parigi menuju Sigi lalu finish di Palu.

Tujuan TDCC ini untuk mempromosikan objek pariwisata di provinsi Sulawesi Tengah ke mancanegara di mana pada pelaksanaannya nanti diharapkan adanya multi efek bagi industri perhotelan, UMKM, dan infrastruktur.

Gubernur Sulteng Longki Djanggola mengatakan bahwa kegiatan TDCC sebagai upaya memperkenalkan kepada daerah luar bahwa Sulawesi Tengah (Sulteng) punya daerah-daerah destinasi wisata andalan.

TDCC akan menghadirkan para pembalap sepeda yang melintasi kota dan kabupaten di Sulawesi Tengah. TDCC  ini kemungkinan besar akan diikuti masing-masing 7 tim dari luar dan dalam negeri, 1 tim 40 orang termasuk pembalap dan officialnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulteng, Ardiansyah L mengatakan bahwa lomba balap sepeda dalam event TDCC akan diikuti kurang lebih sekitar 500 orang peserta.

Kata Ardiansyah, dalam pelaksanaan lomba olahraga sepeda ini, akan dilakukan tour yang diikuti sekitar 500 orang peserta dengan melewati tempat-tempat wisata serta menikmati keindahan dan keunikan destinasi wisata yang ada di Sulteng.

Kegiatan TDCC ini, pemerintah setempat bekerja sama dengan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) yang akan melakukan komunikasi dengan komunitas sepeda dari negara lain.

“Kita hanya mengakomodir dengan menjemput mereka dari bandara kemudian mengantarkannya sampai ke tempat star dan rencananya juga minggu depan kita akan bertemu dengan ISSI guna mempercepat waktunya melakukan peninjauan etape,” katanya.

Ardiansyah mengatakan, kegiatan TDCC dapat menjadi momen untuk mempublikasikan keunikan destinasi yang ada.

“Makanya kegiatan ini lebih fokus touring supaya lebih memperkenalkan objek-objek wisata yang dimiliki oleh daerah kita,” jelasnya

“Peserta ini akan disajikan dengan seni pertunjukan budaya lokal, kuliner serta peninjauan ke lokasi-lokasi objek wisata,”tutur dia.

Pihak penguasaha jasa pariwisata, seperti perhotelan dan jasa transportasi di Sulteng diminta bersiap menyambut event berskala internasional itu. Begitu juga kabupaten kota yang menjadi etape atau dilewati oleh peserta.

Mengenai anggaran, Pemprov Sulteng sudah mengalokasikan untuk TDCC 2017. Kabupaten kota juga diharapkan turut menyokong anggaran melalui APBD perubahan 2017, khususnya lima kabupaten yang akan menjadi tuan rumah.

DPRD Sulteng mendukung rencana pemerintah provinsi setempat untuk melaksanakan kegiatan olahraga dan wisata bersepeda TDCC. Kata Ketua Komisi IV DPRD Sulteng Hj. Zailzulmida Djanggola, DPRD sebagai mitra pemerintah daerah setempat mendukung secara politis dan anggaran untuk menyukseskan TDCC yang mengakomodasi oahraga dan wisata serta budaya.

“DPRD lewat Komisi IV mendukung sepenuhnya Tour De Central Celebes 2017 karena banyak memberikan manfaat kepada masyarakat sebagai meningkatkan semangat olahraga, meningkatkan daya saing dan potensi masyarakat,” kata istri Gubernur Sulteng Longki Djanggola itu.

Ia mengakui bahwa sebelumnya DPRD Sulteng melalui Komisi IV bersama pemerintah daerah setempat telah bertemu dengan Menteri Pariwisata di Jakarta untuk mengusulkan TDCC masuk dalam kalender kegiatan kepariwisataan nasional.

Alhasil, sebut dia, Kementerian Pariwisata menyetujui dan mendukung usulan pemerintah Sulteng menggelar kegiatan tersebut, yang sebagian pesertanya berasal dari ASEAN, Eropa, Amerika, dan Australia.

“Iya, kami berinisiatif bertemu dan menyampaikan hal itu kepada Menteri Pariwisata, karena Sulawesi Tengah adalah daerah yang sangat potensial untuk dikembangkan dari aspek pariwisata untuk mendongkrak pendapatan devisa negara,” ungkapnya.

Ia menyatakan bahwa pemerintah pusat tidak sekadar mendukung, melainkan memberikan bantuan anggaran untuk pelaksanaan TDCC yang dibiayai lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2017 mendatang.

Di kesempatan lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Arif Yahya menyatakan dukungan atas pelaksanaan TDCC.  Dijelaskan Arif bahwa dalam menjual event pariwisata, pemerintah daerah harus memiliki kegiatan berskala internasional (internasional event) sementara kegiatan yang paling mudah untuk dilaksanakan adalah event olahraga berskala internasional.

“Untuk `tour de celebes` yang melintasi beberapa destinasi wisata di Sulteng, itu ide yang sangat baik,” imbuhnya. (LAS)

 

Related posts

Leave a Comment