Wakil Gubernur Maluku Utara Ir. H.M. Al Yasin Ali, M.M.T.

Al Yasin Ali, lahir di Weda, 25 Mei 1958. Ia putera keempat dari enam bersaudara dari pasangan Bapak H. Ali Ibrahim (alm) dan Ibu Hj. Arfah (alm). Anak ke 1) M. Tauhid Ali; 2) Umar Ali; 3) Hadidjah Ali; 4) Ir. H.M. Al Yasin Ali, M.M.T.; 5) Nur Rahmat Ali; dan yang paling bungsu ke 6) Nurohman Ali.

                                               

  1. Al Yasin Ali memiliki ketekunan dan kegigihan untuk menuntut ilmu,sejak kecil. Maka ketika dewasa ketekunan dan kegigihannya itu tak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan dirinya sendiri. Hasil seluruh perjuangannya menempuh pendidikan, dengan pengalaman hidup yang berliku, kemudian ia abadikan untuk membangun kampung halaman yang ia cintai dengan sepenuh hati.

Al Yasin Ali sekolah di Sekolah Dasar GPM Nania Ambon. Di kota tempat lahirnya Pahlawan Nasional Pattimura itu, M. Al Yasin Ali tinggal bersama paman dan bibinya. pamannya merupakan seorang staf di kantor kejaksaan dan sekaligus karyawan kontraktor. Pendidikan di SD GPM Nania Ambon diselesaikan dengan tepat waktu. M. Al Yasin Ali kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Teknik Negeri (STN) 1 Ambon. Dari sekolah inilah minatnya pada dunia teknokrasi dimulai. Selepas menuntaskan pendidikan di STN 1 Ambon (sekolah setingkat SMP), Ia melanjutkan ke Sekolah Teknik Menengah (STM) Negeri 1 Ambon. Ketekunannya belajar membuat proses pendidikan tidak menjadi kendala berarti baginya. Berkat kecerdasan yang dimiliki, Ia mampu menuntaskan pendidikan pada tahun 1979. Sejak saat itu, kecintaannya pada dunia teknik pun semakin mendalam.

Kecintaan M. Al Yasin Ali pada dunia teknik,  membuatnya berpetualang lebih jauh. Dari Ambon, ia merantau ke Makassar untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Di Makassar, ia melanjutkan studi di Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Di sinilah ia semakin merasakan betapa hidup begitu membutuhkan perjuangan.

Masa pendidikan M. Al Yasin Ali tuntas pada tahun 1986. Ia berhasil meraih gelar sarjana lokal, gelar yang didapat untuk mahasiswa yang menyelesaikan jenjang pendidikan S1 pada saat itu tidak langsung sarjana atau insinyur. Untuk mendapatkan gelar sarjana penuh atau insinyur, mahasiswa harus mengikuti Ujian Negara terlebih dahulu. Gelar insinyur kemudian berhasil ia raih pada tahun 1989. Pada saat itu ia sudah berkiprah di dunia luar kampus.

Di Makassar pula, M. Al Yasin Ali berjumpa dengan Muttiara T. Yasin, yang kini menjadi istrinya dan memiliki peran penting dalam perjalanan karier orang nomor satu di Halmahera Tengah ini. Peribahasa mengatakan, di balik seorang suami yang sukses, pasti ada seorang istri yang hebat. Ini berlaku untuk pasangan M.Al Yasin Ali dan Muttiara T. Yasin.

Mereka membina keluarga yang harmonis, rukun dan bahagia. Dari pernikahannya tersebut kemudian dikaruniai enam putri, yaitu 1) Astri Tiasari S.Ked M. Kes; 2) Arina Pebriyana S.T;  3) Arini Pebriyani S.E. Ak. M.M; 4) Arwindah Citra Tidora S.E; 5) Athiyah Bashira, dan bungsu 6) Athirah Bahira.

 

Related posts

Leave a Comment