Wujudkan Keuangan Inklusif Indonesia Dengan Sofia

Bertempat di Hotel Pullman, M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) bekerjasama dengan Pemerintah Australia dan Pemerintah Swiss melaunching the Results of the Survey on Financial Inclusion and Acces (SOFIA) Indonesia.

SOFIA merupakan proyek survey yang didanai Pemerintah Australia dan pemerintah Swiss yang bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas.

SOFIA dilakukan untuk mengukur dan menggambarkan tingkat akses penggunaan layanan keuangan oleh populasi dewasa dari berbagai lingkup pendapatan dan demografis.

Untuk metodologi yang digunakan SOFIA mengadopsi survey FinScope yang telah dilakukan lebih dari 25 negara.Metodologi ini menggunakan metode survey dari sisi permintaan yang sangat umum digunakan untuk mengukur akses keuangan di level individu.

Survey sendiri dilakukan terhadap 20.000 responden di empat Provinsi di Indonesia (Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan).

Secara mengejutkan, SOFIA mengungkapkan bahwa 41 persen populasi di keempat Provinsi yang telah disebutkan di atas sudah menggunakan layanan perbankan, tetapi kurang dari setengah jumlah tersebut masih belum memiliki rekening bank sendiri. Selain itu, jumlah signifikan dari masyarakat yang aktif menggunakan layanan perbankan masih menggunakan rekening bank milik keluarga ataupun temannya sendiri.

Di keempat Provinsi, 31 persen masyarakat sudah menggunakan kombinasi layanan keuangan formal dan informal. 10 persen hanya mengandalkan layanan informal (terutama Jawa Timur).

Berdasarkan survey, responden perempuan cenderung belum menggunakan layanan perbankan dibandingkan laki-laki meskipun perempuan lebih banyak mengakses layanan informal dibanding laki-laki, dikarenakan partisipasi mereka dalam kelompok internal seperti arisan.

SOFIA juga mengindikasikan bahwa secara keseluruhan layanan keuangan semi formal membatasi penetrasi dan memberikan kontribusi minimal pada tingkat inkluisi keuangan.

Penemuan terperinci dari SOFIA diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para pembuat kebijakan, pelaku industri keuangan, donor, akademisi, maupun organisasi pembangunan mengenai perilaku sebagian masyarakat Indonesia dalam menggunakan layanan keuangan seperti, produk simpan pinjam, asuransi, transfer dan pembayaran.

Selain itu penemuan SOFIA ini juga bisa memberikan pemahaman yang lebih baik atas faktor-faktor yang mendorong penggunaan produk dan jasa keuangan di Indonesia, serta batasan yang dihadapi konsumer dalam mengakses layanan keuangan tersebut. Hasil SOFIA juga vital bagi Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan kebijakan pembangunan keuangan inklusif seperti tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 82 tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusi (SKNI), yang menargetkan sebesar 75 persen populasi dewasa harus dapat mengakses layanan keuangan formal pada 2019.

Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang P.S. Brodjonegoro dalam sambutannya, untuk mencapai target inklusi keuangan sebesar 75 persen pada 2019 nanti, pemerintah telah menyiapkan lima pilar pendukung, yang pertama, edukasi keuangan, kedua hak properti masyarakat, ketiga fasilitas intermediasi serta saluran distribusi keuangan, keempat layanan keuangan pada sektor pemerintah. Dan yang kelima perlindungan Konsumen.

Lebih lanjut dikatakan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, informasi atas persepsi, sikap dan perilaku keuangan orang Indonesia yang diperoleh dari SOFIA menjadi krusial bagi kelima pilar ini untuk mewujudkan inkluisi keuangan nasional.

” Tanpa adanya informasi dan analis yang kredibel tentang kondisi keuangan masyarakat Indonesia, terutama yang belum tersentuh jasa perbankan, sulit dirancang pendekatan yang tepat sasaran,” tutur Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro juga menyampaikan apresiasi terhadap pihak-pihak yang mendukung SOFIA yakni Pemerintah Australia, Pemerintah Swiss serta Oxford Policy Management atas komitmen serta kerjasama yang sangat baik dari awal sampai akhir pelaksanaan SOFIA.

Menteri PPN/Kepala Bappenas berharap temuan SOFIA ini bisa menjadi.katalisator kerja sama antar pemangku kepentingan inklusi keuangan sehingga seluruh pihak dapat bersama-sama mewujudkan akses keuangan yang lebih baik lagi bagi seluruh masyarakat Indonesia.(Hs.Foto:Hs)

Related posts

Leave a Comment