Nasib Hidup Penjual Gula, Tak Semanis Gulanya

Nasib Hidup Penjual Gula, Tak Semanis Gulanya

Kehidupan penjual gula aren saat pandemi dan nasib yang menimpanya. Bayu tak cukup mencicipi gula untuk merasakan hidup manis yang mulai kritis. Kiprah Sebagai Penjual Gula Sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar bagi Bayu Saputra (40). Sudah satu dekade ia menjadi penjual gula aren asal kampung Cipurun, Lebak selatan, Banten. Selama itu pula ia menggantungkan hidup pada manisnya gula. Ia dipercaya menyuplai gula aren ke salah satu perusahaan produk herbal terdepan di Ibukota, PT Mahkotadewa Indonesia. Sebelum masa pandemi, dalam sebulan, minimal, Bayu bisa mengirim 500 kg lebih gula aren….

Read More

Jepri Berjuang di Tengah Pandemi

Jepri Berjuang di Tengah Pandemi

Waktu telah menunjukan pukul tiga sore, langit mulai mendung, awan kelabu berarak mengiring. Jepri (24) melihat polos ke angkasa. Raut cemas terbesit di wajahnya. Sore itu, Senin (28/4), Jepri, warga Ciapus, Bogor, duduk termenung sambil mengawasi dagangannya. Tidak banyak pelanggan yang membeli dagangannya, yakni es kelapa muda. “Seperti hari-hari biasa semenjak datangnya virus corona yang menyebabkan lockdown dalam segala aktifitas jualan es kelapa saya sangat menurun,” tuturnya. di Jalan Batu Gede Ciapus. Ia mengeluhkan adanya pembatasan aktivitas masyarakat. Pembatasa Sosial Bersekala Besar (PSBB) memengaruhi omzet penjualan dagang es kelapa. Padahal,…

Read More

Terpaksa Beralih Profesi

Terpaksa Beralih Profesi

Dua bulan lebih tidak mendapatkan penghasilan, Algi (27), seorang fotografer wedding organizer kini beralih menjadi pengemudi ojek daring. Algi, warga Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, sudah tiga bulan lamanya menggeluti sebagai ojek daring yang menjadi mata pencaharian utama akibat pandemi covid 19. Sebelumnya, ia bekerja wedding organizer sebagai fotografer. Hari demi hari yang semakin sulit ini membuat para wedding organizer harus memutar otak untuk mencari penghasilan tambahan. Algi sudah menggeluti bidang fotografer kurang lebih 7 tahun. Ini membuatnya yakin bahwa pekerjaan ini sangat menyenangkan karena pekerjaan ini adalah hobinya. Menggandalkan keahlian…

Read More

TUKANG BUBUR MELAWAN PANDEMI

TUKANG BUBUR MELAWAN PANDEMI

”Ya, kalau saya gak keluar ya saya gak dapet penghasilan, sedangkan dana dari pemerintahan aja gak dibagi secara merata,” kata Toyib (53), seorang tukang bubur, warga Karanggan, Gunung Putri, Bogor. Selepas magrib, Kamis (19/5), Toyib (53) berangkat ke pasar untuk membeli bahan baku untuk dagangannya, seperti ayam, beras, dan lain-lain. ia mulai mengolah pada pukul 3 pagi, dibantu oleh Ida, istrinya. Toyib hanya membuat sekitar 2-3 liter beras karena berkurangnya pelanggan di masa pandemi. Kondisi pandemi yang semakin kritis ini membuat semua para buruh dan pedagang menjadi terhambat, salah satunya…

Read More

Hidup Berdampingan Dengan Virus

Hidup Berdampingan Dengan Virus

Minggu pagi (31/5) di RT 14, Perum Bekasi Timur, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Haji Gatot (45) selaku Ketua Panitia Covid-19 RT 14 dan masyarakat RT 14 sedang mempersiapkan penyemprotan disinfektan. Kegiatan ini diadakan setiap Minggu pagi. Tangki yang berisi cairan disinfektan dibawa menggunakan gerobak berkeliling setiap gang di wilayah RT 14. “Kita warga RT 14 rutin melakukan penyemprotan seperti ini agar daerah kita terus aman. Kegiatan ini juga akan terus berlanjut sampai Indonesia benar-benar sehat. Itu intruksi dari Kepala Desa,” kata Haji Gatot saat diwawancarai (31/5)….

Read More

Mendadak Jadi Tulang Punggung Keluarga di Tengah Pandemi

Mendadak Jadi Tulang Punggung Keluarga di Tengah Pandemi

“Ih, corona jahat banget, sih!” kata Dian, seorang karyawan yang sedang bertahan di tengah pandemi covid-19. Dian Ayu, berumur 46 tahun, (46) lahir di Bogor, 24 Januari 1974. Ia bekerja sebagai resepsionis di salah satu hotel di Bogor. Pendidikan terakhirnya adalah SMA jurusan IPS, dahulu ia bersekolah di SMA Ganesha atau saat ini dikenal dengan nama SMA Taruna Andigha.Selama masa pandemi ini, ia bekerja sekaligus menjadi tulang punggung bagi keluarganya karena suaminya berhenti bekerja untuk sementara waktu. Mendapat Kepercayaan Setelah lulus SMA, ia sempat bekerja di Jakarta selama dua tahun,…

Read More

Pedagang Terlilit Kerugian Besar

Pedagang Terlilit Kerugian Besar

Semakin hari semakin banyak korban covid-19. Penyebaran terjadi sangat cepat dan sangat mengkhawatirkan masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang terdampak akibat virus corona. Para pekerja banyak di-PHK; para buruh yang semakin sulit mendapatkan uang untuk menghidupi anak dan istri di rumah. Di Kampung Nanggewer, Supiandi (35) salah satu wirausaha yang menjual sembako di Kampung Nanggewer sudah menjalankan usahanya selama 15 tahun. Suapiandi mengaku, sebelum pandemi covid-19, ia belum pernah sebanyak ini ia mendapatkan kerugian. Namun, sejak pandemi covid-19 ini, banyak warga di sekitar warungnya mulai berhutang sembako. Ini berdampak pada warung…

Read More