3 Turnamen Mancing Internasional 2019 disiapkan Indonesia

Jakarta,Gpriority-Guna meningkatkan devisa dari wisata mancing sekaligus mempopulerkan Indonesia sebagai fishing destination terbaik di dunia, Indonesia  telah menyiapkan tiga turnamen mancing internasional di tahun 2019.

Acara Wisata Mancing Nusantara  berlangsung di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah pada 08-09 Desember 2018 dalam rangka memeriahkan Hari Nusantara. Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar Dwisuryo Indroyono Soesilo didampingi Bupati Banggai Herwin Yatim dalam jumpa pers rencana penyelenggaraan turnamen Wisata Mancing Nusantara, Senin pagi (03/12) di Gedung Kementerian pariwisata (Kemenpar) mengatakan, tiga turnamen mancing internasional tersebut dikemas dengan nama Indonesia Internasional  Fishing Tournament/Festival (IIFT/F) 2019 yang akan berlangsung di Banggai Kepulauan dan  Bangkai Laut di Sulawesi Tengah, serta  Belitong di Bangka Belitung. 

“Turnamen Wisata Mancing Nusantara akan  kita jadikan sebagai uji coba termasuk kemudahaan regulasinya diantaranya Permen KP Nomor 47 Tahun 2016 tentang Pemanfaatan Kawasan Konservasi. Permen ini sebagai turunan dari Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumberdaya Ikan,” kata Indroyono.

Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar telah menghasilkan tiga regulasi itu terkait dengan bebas visa, regulasi Clearance Approval for Indonesian Territory (CAIT) untuk masuk Yacht serta untuk kapal pesiar. Deregulasi ini untuk mendukung target pariwisata dalam mendatangkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada 2019.

Bupati Banggai Herwin Yatim mengatakan, Turnamen ‘Wisata Mancing Nusantara’ menargetkan 60 kapal sebagai peserta dari dalam negeri dan mancanegara. Panitia telah menetapkan zona pemancingan di Banggai pada latitude 1º 33.302’s dan longitude 122º38.512’e.  Zona yang sudah kita petakan ini untuk memberikan kepastian bagi wisatawan dan pemangku kepentingan lainnya sebagai zona memancing dan akan dipromosikan sebagai destinasi wisata memancing.

Indroyono Soesilo mengapresiasi launching  IFTF 2018 yang akan menjadi genderang awal bahwa Kemenpar dan instansi terkait lain mulai mengembangkan wisata mancing sebagai salah satu kegiatan yang dapat memberikan nilai ekonomi serta pemasukan devisa dari kegiatan pariwisata.  

Kegiatan wisata memancing, sebagaimana diamanatkan Undang-undang Pariwisata No.10 Tahun 2009 adalah salah satu produk wisata bahari. Namun, dalam perkembangannya wisata memancing  tertinggal dengan wisata menyelam (diving).  Wisata diving telah dipetakan destinasinya di seluruh Tanah Air dan sejumlah spot diving telah ditetapkan kelas dunia dan gencar dipasarkan dan dipromosikan ke mancanegara.

Seperti diketahui, Indonesia tahun lalu menggelar turnament mancing internasional Widi Internasional Fishing Tournament (WIFT) 2017 yang berlangsung di Pulau Widi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Turnament WIFT 2017 yang berlangsung pada Oktober 2017  ini mengikuti standar  internasional yang ditetapkan oleh Internasional Game Fish Association (IGFA) dan The Billfish.(Hs)

 

Related posts

Leave a Comment