APD Hanya Sekali Pakai

Jakarta,Gpriority- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengungkapkan kenapa tenaga medis selalu kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) dalam penanganan pasien covid-19. Hal itu dikarenakan resiko penyebaran virus dan tingkat kontaminasi yang tinggi.

Dijelaskan oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB IDI) Daeng M Faqih pada Senin (23/3/2020), APD itu hanya sekali dipakai. Setelah dipakai, langsung dibuang dan dihancurkan.

Dalam hal ini, ketika melayani kembali pasien lain, tenaga medis mengenakan APD yang baru. Tak ayal, APD pun sangat dibutuhkan dalam jumlah besar.

“Perhitungan normalnya kalau ada tiga shift kerja, masing-masing 8 jam atau dua shift dengan pembagian masing-masing 12 jam. Nah, satu shift bisa 5-6 orang.”

Hitungan prediksi APD yang dibutuhkan, lanjut Daeng, yaitu kebutuhan minimal 5-6 personel dikali jumlah shift dikali jumlah kasus positif dikali berapa hari pasien dirawat dikali jumlah pasien yang dirawat.(Hs)

Related posts