Baron Basuning, Lukisan Abstrak Lebih Bebas

Ditemui di Galeri Cemara Menteng, Jakarta pada 18 April 2017, pelukis Baron Basuning dengan senyum yang sangat ramah menceritakan perjalanan hidupnya hingga bisa menjadi sukses seperti ini.

Baron lahir di Pagar Alam, Sumatera Selatan pada 16 September 1960. Masa kecilnya dihabiskan di Pagar Alam. Menginjak remaja, Baron melanjutkan sekolah di SMA 1 Purwerojo, Jawa Tengah. Lulus di tahun 1980, Baron melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Publisistik Jakarta (1981), namun tidak ia selesaikan.

Tahun 1984-1986, Baron memutuskan untuk bekerja di kapal pesiar bernama  MS. World Discoverer-Society Expedition Cruise Line. Di tempat tersebut dirinya memiliki kesempatan untuk pergi ke berbagai negara dan belahan dunia, seperti Brazil, Argentina, Afrika Selatan, Kutub Selatan, India, Myamnar, Perancis, Spanyol dan lain-lain.

Selama berkeliling dunia Baron mengunjungi museum-museum bagus termasuk museum Picasso di Barcelona, Spanyol pada tahun 1986. Meskipun sering mengunjungi museum, Baron mengaku pada masa tersebut dirinya belum memutuskan untuk menjadi pelukis meskipun memiliki hasrat untuk melukis.

 3 tahun berpetualang di kapal pesiar, Baron memutuskan untuk kuliah lagi di New York dengan mengambil ilmu jurnalistik.

Tahun 1993  Baron kembali ke Indonesia. Setahun di Indonesia Baron bekerja sebagai wartawan  politik di sebuah media milik komunitas Eros Djarot. Tahun 1998 seusai reformasi, Baron memutuskan untuk menjadi pelukis. Ia pun memilih abstrak sebagai karya lukisannya. Menurut Baron, abstrak lebih bebas lebih apa adanya bahkan bisa memindahkan mood ke dalam sebuah lukisan abstrak.

Pada masa-masa awal kiprahnya di dunia senirupa, warna-warna gelap, terutama hitam kerap mendominasi lukisannya. Namun seiring berjalannya waktu, penyelesaian visual pada karyanya mulai bergerak ke arah yang lain. Sapuan rolnya dengan warna hitam massif dengan konstruksi vertikal dan horizontal yang menyisakan ruang maupun cahaya mulai berkurang serta dicairkan dengan sapuan-sapuan rol yang melingkar trickled down effect dan pewarnaan yang transparan.

Pada beberapa lukisan karyanya yang terbaru terlihat nampak minimalis. Baron banyak menggunakan warna-warna pastel dan putih. Isi lukisan dibangun dari elemen-elemen visual dan pertandaan minimal namun nampak lebih sensitif.

Sebagai pelukis, Baron kerap menyelenggarakan pemeran tunggal dan pameran bersama. Pameran tunggal yang pernah ia selenggarakannya antara lain Confession di Soka Gallery, Jakarta (2005), Spirit di German Communities at GTZ Office, Deutsche Bank, Jakarta (2005), Prologue di Sesby Gallery, Jakarta (2006), Mind Eye di Nikko Hotel, Jakarta (2006), Walk On di Four Seasons Hotel, Jakarta (2007), Self Stream di The Mercantile Club, Jakarta (2008), Stroberi di Ladang Jagung, di Four Seasons Hotel, Jakarta (2009), True Colors at Grand Preanger Hotel, Bandung (2010), dan Land of Legacy di Galeri Cipta III Taman Ismail Marzuki Jakarta (2013)

Sedangkan pameran bersama yang pernah ia ikuti diantaranya, Freedom Expression with 7 contemporary artists di Komunitas Poros Indonesia, Jakarta (2001), pameran bersama di d’Gallery, Jakarta (2003), pameran bersama di Dharmawangsa Square, Jakarta (2004), pameran bersama di Apartemen Cassablanca, Jakarta (2005), pameran bersama di Taman Budaya Solo, Surakarta (2008), Gerakan Seni Abstrak Indonesia di Taman Budaya Jogjakarta, Jogjakarta (2010), pameran lukisan bersama 25 Pelukis Jakarta ‘Detergen’ di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Jakarta (2010), pameran bersama ‘SACHARINE SMILE’ Agoes Jolly di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Jakarta (2012), Collective Exhibition ’Scene of Abstraction’ di Agora Gallery New York, Amerika Serikat, dan lain lain. (HS.Foto:dok Baron)

Biodata

Nama : Baron Basuning

Lahir : Pagar Alam, Sumatera Selatan, 16 September 1960

Pendidikan : SMA I, Purworejo,Jawa Tengah (1980),
Sekolah Tinggi Publisistik Jakarta (1981, tidak selesai)
Fresno City College, Fresno-California, USA (1986)

Aktifitas Lain:
Ketua Yayasan Kreasi Pitulungan,
Ketua Bidang Hubungan Sosial Masyarakat HIPTA (Himpunan Pelukis Jakarta)

Related posts