Bata Bangkrut! Tutup Pabrik di Purwakarta Hingga Berujung PHK Masal Ratusan Karyawan

Jakarta, GPriority.co.id – Perusahaan sepatu terkemuka Bata, resmi menutup pabriknya di daerah Purwakarta, Jawa Barat. Dengan ditutupnya pabrik Bata ini, ratusan karyawan pun harus rela di PHK masal. Penutupan pabrik Bata di Purwakarta ini bukanlah kali pertama. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa pabrik Bata juga resmi ditutup hingga jumlah pengangguran pun bertambah.

“Mendadak. Hari Jumat pagi karyawan dikumpulkan langsung pengumuman Bata stop produksi,” kata Dani Mardani selaku Ketua Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Aneka Industri (PUK SPAI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di perusahaan Bata, seperti dikutip dari laman resmi Pikiran Rakyat.

Sebelumnya, terdapat sebuah video yang menggambarkan beberapa karyawan perusahaan Bata sedang meninggalkan pabrik di daerah Purwakarta tersebut. Mereka terlihat sedih dan saling mengucapkan selamat tinggal kepada rekan-rekan kerjanya. Diketahui, bahwa jumlah karyawan Bata yang di PHK bahkan mencapai 300 orang yang terdiri dari para pekerja yang bertugas di pabrik Purwakarta, hingga staf Bata yang ada di Jakarta.

Pabrik Bata Purwakarta itu diketahui telah beroperasi selama puluhan tahun, dan banyak mempekerjakan warga di sekitar wilayah Purwakarta. Lebih lanjut, Dani mengatakan jika karyawan yang masih bertahan hingga pabrik Bata ditutup, adalah mereka yang telah bekerja dengan rentang 14-16 tahun terakhir.

Adapun alasan dibalik penutupan pabrik Bata, ternyata karena perusahaan kabarnya terus merugi dan tidak bisa menghadapi tantangan persaingan industri, yang juga akibat dampak dari pandemi COVID-19. Hal ini diungkapkan langsung oleh Corporate Secretary Perusahaan Sepatu Bata, Hatta Tutuko.

“Dengan adanya keputusan ini, maka Perseroan tidak dapat melanjutkan produksi di pabrik Purwakarta,” kata Hatta seperti dikutip dari laman Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tak main-main, Bata bahkan mengalami kerugian sebesar Rp80,65 miliar hingga kuartkal III di tahun 2023 lalu. Nilai ini terus meningkat hingga 294,76 persen dibandingkan periode yang sama pada 2022 lalu, dengan nilai rugi bersih perseroan sebesar Rp20,43 miliar.

Foto : WestJavaToday