Cara Bijak dan Produktif Dalam Bermedsos

Tolitoli, Gpriority-Di masa pandemi ini banyak sekali media sosial (medsos) yang menyebarkan berita yang mengandung SARA dan hoax. Hal ini tentu saja mengundang keprihatinan dari berbagai kalangan mulai dari Kominfo,Siberkreasi hingga Dyandra.

Berbekal alasan itulah ketiga lembaga ini membahas mengenai cara bijak dan produktif menggunakan medsos di Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang kali ini digelar secara virtual di Tolitoli pada 15 Juli 2021.

Dalam acara yang mengangkat tema ” Bijak Bermedia Sosial” dan diikuti 1.021 peserta menghadirkanempat narasumber yang terdiri dari Managing Editor Islami.co Dedik Priyanto, dosen Studi Agama UIN Alauddin Makassar Syamsul Arif Galib, pemengaruh Iva Vahriani, dan Co-Founder TheAgencyES serta Frodigi Digital Agency Andhika Fachrozi Muhadi. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Hesty Imaniar selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Dedik Priyanto yang membawakan tema “Informasi, Identitas, dan Jejak Digital di Media Sosial”. Menurut dia, beberapa tips agar konten yang diproduksi bisa menempati peringkat atau halaman awal di mesin pencarian, di antaranya konten harus aktual, gunakan kata kunci yang tepat, SEO-able, tulisan mudah dipahami mesin, dan ikuti apa yang ada di Google trends. “Konten yang dahsyat rumusnya adalah relevan terhadap pemirsa target, terhubung dengan konteks yang lebih luas, dan cerita yang dipersonalisasi,” kata Dedik.

Berikutnya, Syamsul Arif Galib menyampaikan materi berjudul “Etika Digital: Belajar Bijak di Dunia Digital”. Syamsul mengatakan, transformasi ke peradaban digital sering membuat lengah dengan siapa kita berinteraksi, sehingga kerap kebablasan dalam berkomentar. Oleh karenanya, terapkan THINK (true, helpful, illegal, necessary, kind) sebelum mengirim sesuatu di internet. “Jangan asal unggah, kita harus menjadi warga digital yang bertanggung jawab,” pesan Syamsul.

Sebagai pemateri ketiga, Iva Vahriani Ilyas membawakan tema tentang “Digital Culture: Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar di Media Digital”. Iva memaparkan, bahasa yang baik di dunia digital, yaitu tidak menyinggung, sopan santun, mudah dipahami, dan sesuai dengan situasi. “Jadilah pengguna media sosial yang bijak. Gunakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing,” pesan Iva.

Adapun Andhika Fachrozi Muhadi, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Digital Safety: Bijak Bermedia Sosial”. Ia berpendapat, manfaat menggunakan media sosial dengan bijak adalah terhindar dari perundungan siber dan menjadi langkah meniti karir, misalnya menjadi pemengaruh. “Beberapa tips agar aman bermedia sosial, di antaranya menjaga sikap dan etika, menggunakan sesuai kebutuhan, menghindari hoaks, menjaga privasi, dan membatasi penggunaan media sosial,” urainya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan dilanjutkan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah seorang peserta, Atik, bertanya tentang tanggapan narasumber terhadap seseorang yang menciptakan penjenamaan diri dengan aktif menceritakan kehidupan pribadinya. Dedik menanggapi, seseorang boleh membentuk penjenamaan diri lewat media sosial. “Kalau saya, penjenamaan cenderung pada pekerjaan, karya, dan apa yang dilakukan untuk publik. Untuk urusan keluarga, apalagi anak, lebih baik tidak. Jangan disebar seluruhnya ke publik,” terangnya. Dalam webinar tersebut, panitia mengapresiasi antusiasme peserta dengan memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.Dok.Dyandra Promosindo)

Related posts