Belajar Melepaskan Makhluk Hidup Melalui Tradisi Fang Sheng

Belajar Melepaskan Makhluk Hidup Melalui Tradisi Fang Sheng

Fang Sheng berasal dari bahasa Mandarin, dimana Fang berarti melepas dan Sheng berarti makhuk hidup. Merupakan tradisi melepas binatang ke alam bebas sesuai dengan habitatnya masing-masing. Tradisi Fang Sheng sangat erat dengan ajaran agama Budha Mahayana Tiongkok. Ada makna tersirat di balik ritual melepas makhluk hidup ini. Ritual ini dipercaya memiliki pengaruh bagi kehidupan dan keberuntungan. Biasanya, warga keturunan Tionghoa melepaskan hewan seperti penyu, kura-kura, ikan, burung, atau hewan lainnya. Penyu yang berumur panjang dipercaya sebagai suatu permohonan kepada Tuhan agar diberikan umur yang panjang.  Kebiasaan untuk melakukan tradisi Fang…

Read More

Asal Mula Columbarium

Asal Mula Columbarium

Feng Shui merupakan ilmu topografi kuno Tiongkok yang mempercayai bagaimana manusia dan surga serta bumi hidup dalam harmoni untuk membantu memperbaiki hidup dengan menerima Qi positif. Dalam kehidupan sehari-hari, ilmu Feng Shui dapat diterapkan dalam berbagai hal, salah satunya penempatan rumah abu (columbarium). Yulius Fang, Pakar Feng Shui Indonesia, mengatakan awal mula adanya columbarium karena pada zaman dahulu banyak masyarakat yang tidak mampu memakamkan keluarganya yang meninggal secara layak. “Keterbatasan biaya membuat mereka melakukan proses kremasi, meletakkan abunya di dalam guci dan di simpan di rumah abu. Di zaman dahulu…

Read More

Mengenal Tradisi Kembang Rampe dalam Pernikahan Tionghoa Bangka

Mengenal Tradisi Kembang Rampe dalam Pernikahan Tionghoa Bangka

Selain kelahiran, suka cita terbesar bagi manusia adalah perhelatan pernikahan. Tak terkecuali masyarakat Tionghoa di Pulau Bangka. Pernikahan menutup suatu masa tertentu dalam kehidupan manusia, seperti masa bujang dan dayang, masa ketika hidup tanpa beban keluarga yang sebenarnya. Masyarakat Tionghoa menganggap seseorang baru menjadi dewasa, setelah menjadi orang pada saat dia menikah.  Pernikahan merupakan suatu hal yang sangat sakral. Upacara pernikahan dilakukan berdasarkan agama atau kepercayaan yang bersangkutan. Dalam menjalani sebuah pernikahan, diperlukan berbagai persiapan. Di Bangka sendiri, masyarakat Tionghoa memiliki banyak tradisi dalam pernikahan. Mulai dari sangjit sampai dengan…

Read More

Suku Lom, Suku Unik di Bangka Belitung

Suku Lom, Suku Unik di Bangka Belitung

Kepuluan Bangka Belitung mempunyai semboyan “Serumpun Sebalai”, yang artinya masyarakat rukun dan damai walau terdiri dari berbagai macam suku dan agama. Pulau ini dihuni oleh mayoritas Etnis Melayu dan Tionghoa. Semua hidup rukun dan berdampingan. Salah satu Etnis Melayu yang diyakini sebagai suku tertua di Pulau Bangka adalah Suku Lom. Atau biasa disebut orang Lom. Suku Lom adalah suku unik yang tinggal di wilayah Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka. Suku Lom sering disebut juga Suku Mapur karena sebagian besar anggota berasal dari Dusun Mapur. Suku Lom disebut sebagai komunitas yang masih…

Read More

Kain Cual, Warisan Budaya Bangka Belitung Yang Elok

Kain Cual, Warisan Budaya Bangka Belitung Yang Elok

Seperti daerah lainnya, Bangka Belitung juga memiliki kain khas yang cukup unik dan bahkan sudah dijadikan sebagai warisan budaya. Adalah Kain Cual, merupakan perpaduan antara teknik songket dan tenun ikat, namun yang menjadi ciri khasnya yakni susunan motif menggunakan teknik tenun ikat. Awal mula perkembangan kain cual ada di Kota Muntok, Bangka, pada sekitar abad ke-17. Kain cual pertama kali diperkenalkan oleh kakek buyut pendiri toko Kain Cual Ishadi yang berada di Pangkal Pinang. Seiring berjalannya waktu, kain cual mulai dikenal masyarakat sebagai kain khas Provinsi Bangka Belitung. Kain cual…

Read More

Pertama Kalinya Galnas Gelar Pameran Daring Manifesto VII

Pertama Kalinya Galnas Gelar Pameran Daring Manifesto VII

Jakarta,Gpriority-Guna memutus mata rantai Covid-19 yang pada saat ini masih melanda Indonesia, Galeri Nasional Indonesia (GNI) yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menggelar pameran daring (online) untuk pertama kalinya. Pameran bertajuk MANIFESTO VII “PANDEMI” dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, Ph.D. melalui aplikasi Zoom pada 8 Agustus 2020 pukul 16.00 WIB. Turut bergabung dalam siaran Zoom adalah para peserta pameran, tamu undangan, kurator, serta para pegiat seni rupa Tanah Air. Acara pembukaan juga disaksikan secara langsung oleh…

Read More

Kerito Surong, Permainan Tradisional Bangka Belitung Yang Jadi Warisan Budaya

Kerito Surong, Permainan Tradisional Bangka Belitung Yang Jadi Warisan Budaya

Tak hanya kaya akan beragam kuliner dan tempat wisata, Bangka Belitung juga memiliki permainan tradisional yang unik dan berbeda. Salah satunya dinamakan Kerito Surong. Kerito Surong merupakan salah satu karya budaya dari Provinsi Bangka Belitung yang telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2015. Persebaran permainan Kerito Surong terjadi di seluruh pelosok Pulau Bangka, terutama di Kabupaten Bangka Tengah. Di kabupaten ini, permainan Kerito Surong berkembang di Desa Sungai Selan, Desa Namang, Desa Simpang Katis, Desa Dul, dan desa-desa yang umumnya masih menggunakan alat angkutan tradisional berupa Kerito Surong. Permainan tradisional ini…

Read More