Covid-19 Menular Melalui Airbone, Masyarakat Tarakan Diminta Jangan Panik

Tarakan-Gpriority,Perhimpunan Dokter Paru lndonesia (PDPI) mengeluarkan surat imbauan agar masyarakat tidak panik, terkait pernyataan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa adanya kemungkinan penularan Covid-19 melalui airbone atau melalui udara .

Dalam keterangan tertulis, PDPI menjelaskan, perbedaan penularan airborne dan droplet yaitu airborne dapat menular pada jarak lebih dari 1 meter sedangkan droplet kurang dari 1 meter, kemudian airborne dapat bertahan lama di udara sedangkan droplet tidak bertahan lama di udara.

Terkait hal tersebut, juru bicara percepatan dan penanganan Covid-19 Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti mengatakan bahwa adanya penularan Covid-19 melalui airbone ataupun udara, maka upaya yang dilakukan saat ini masih tetap sama, yakni protokol kesehatan.

“Sama saja perlakuan tetap menggunakan masker, kemudian menjaga jarak minimal satu meter dengan orang lain, jangan berkumpul dan menghindari tempat keramaian,” ungkap dr. Devi pada Selasa (14/7/2020) di Tarakan.

Gugus tugas juga kembali mengingatkan bagi masyarakat yang ingin mengadakan kegiatan dalam ruangan, maka maksimal diisi 50 persen dari kapasitas.

“Karena kita tidak tahu walaupun tanpa gejala, bisa saja kita tertular Covid-19. Kita melihat sudah banyak masyarakat yang mengurangi kewaspadaannya, namun sampai saat ini masih kita evaluasi”, lanjut Devi.

Devi juga mengingatkan kepada masyarakat tidak perlu dirazia atau diingatkan terus-menerus, lindungi diri sendiri dan keluarga dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Jumlah petugas kami juga terbatas, tidak cukup mengawasi masyarakat secara langsung. Harapannya masyarakat bisa mengikuti protokol kesehatan,” imbaunya.

Perkembangan kasus ODP (Orang Dalam Pemantauan) saat ini yang sedang dipantau sebanyak 405 orang. Jumlah OTG (Orang Tanpa Gejala) sebanyak 268 orang. OTG adalah orang tanpa gejala namun kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif.

Jumlah akumulasi kasus terkonfirmasi positif sebanyak 87 orang, dengan rincian pasien sembuh sebanyak 70 orang dan pasien yang masih dirawat sebanyak 17 orang.#(FBI)

Related posts