Dampak Covid-19 Terhadap Nilai Tukar

Jakarta,Gpriority-Dalam siaran persnya yang berlangsung hari ini, Perry Warjiyo menjabarkan 3 hal terkait respon bank central terhadap dampak penyebaran Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia. Ke-tiga isu tersebut adalah terkait dengan nilai tukar, pembelian SBN, dan kontrol devisa.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya tengah menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamental dan mekanisme pasar. Beberapa langkah yang dilakukan adalah dengan memperkuat intensitas triple intervention baik secara spot, DNDF, dan pembelian SBN dari pasar sekunder.

Hasil dari langkah tersebut dapat dilihat dari posisi rupiah yang stabil dalam sepekan ini. Setelah sebelumnya sempat terdepresiasi cukup dalam. “Nilai tukar rupiah tidak hanya stabil, tetapi akan cenderung menguat ke Rp15 ribu per dolar AS pada akhir tahun ini,” kata dia. Selain itu, BI juga optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan lebih rendah dari 2,3% pada tahun 2020. Angka ini lebih rendah dari target yang dicanangkan pemerintah yakni mencapai 5%.

“Kami berupaya agar tak lebih rendah dari 2,3% dan di atas itu,” kata dia menambahkan.

Saat ini, pemerintah tengah mengatasi penyebaran wabah Covid-19 sekaligus menjaga stabilitas rupiah dan inflasi. Hal ini dilakukan agar tidak menggangu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pelemahan rupiah yang terjadi akhir-akhir ini,menurutnya belum mempengaruhi tingkat inflasi.

BI menegaskan bahwa indikator makro, yang disampaikan pada saat konferensi pers stimulus ekonomi,adalah what if scenario dan bukan merupakan angka proyeksi. What if scenario disusun agar hal tersebut dapat dicegah dan diantisipasi melalui upaya bersama dengan Pemerintah, OJK dan LPS.(Bcl)

Related posts