Dampak Larangan Mudik 2021, Stasiun Gambir Sepi

Jakarta,Gpriority-Akibat banyaknya masyarakat Jabodetabek yang pulang sebelum tanggal 6 Mei 2021, Pemerintah Indonesia dalam hal ini Satuan Tugas Penangan Covid-19 langsung bergerak cepat dengan memajukan pelarangan menjadi 22 April 2021.

Pastinya dengan dimajukannya pelarangan mudik ini sudah pasti akan berdampak pula pada moda transportasi. Untuk mengetahui dampaknya seperti apa, Gpriority pun pada Jum’at siang (23/4/2021) menyambangi Stasiun Gambir,Jakarta Pusat.

Setibanya di Stasiun Gambir, Gpriority melihat tidak banyak penumpang yang tengah menunggu di ruang tunggu, hanya segelintir saja. Menurut keterangan petugas, penurunan penumpang mulai terjadi pada awal pelarangan yakni 22 April 2021.

Saat ditanya sampai kapan? Petugas tersebut menjawab bisa sampai berakhirnya pelarangan mudik yakni 24 Mei.

Terkait dengan penumpang yang ada pada saat ini, petugas menjawab mereka bukanlah pemudik tetapi masyarakat yang akan bertugas di suatu daerah.” Untuk pemudik masih belum ada pak,rata-rata yang hadir di sini adalah yang ingin pergi tugas ke luar daerah. Para pemudik yang sudah membeli tiket langsung disarankan untuk menukar kembali tiketnya. Dikarenakan KAI tidak mengadakan kereta api antar kota,” ucap petugas tersebut.

VP Public Relations PT KAI Joni Martinus dalam siaran persnya melalui laman KAI juga mengatakan bahwa terhitung mulai 22 April hingga 24 Mei, PT KAI meniadakan kereta api antar kota.KAI juga telah menyarankan pemudik yang sudah membeli tiket untuk menukarkannya karena jika tidak ditukar akan hangus.

Terkait dengan masih adanya penumpang, Joni mengatakan bahwa penumpang tersebut adalah masyarakat yang akan mengadakan perjalanan dinas.Ini bisa dilihat dari surat jalan yang mereka tunjukkan kepada Petugas.” Mulai 22 April, kami meminta para petugas untuk menolak pemudik. Namun jika penumpang tersebut bisa menunjukkan surat perjalanan dinas, maka dipersilahkan untuk menaiki kereta api. Karena sesuai edaran Adendum SE Satgas No 13/2021 dan SE Kemenhub No.27/2021, orang yang melakukan perjalanan dinas diijinkan untuk menaiki kereta api,” tutup Joni Martinus.(Hs.Foto.Hs)

 

Related posts