Festival Hudoq Kembali Diselenggarakan Secara Resmi

Mahulu,GPriority.co.id- Setelah dua tahun tidak menyelenggarakan Festival Hudoq secara resmi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) pada tahun 2022 kembali mengizinkan digelarnya tradisi adat tersebut. Festival yang mencerminkan silaturahmi dan gotong royong masyarakat Mahulu itu menjadi kewajiban setelah musim tanam selesai.

Pandemi Covid-19 yang berlangsung pada tahun 2020 hingga 2021 menyebabkan banyak agenda terpaksa dibatalkan atau dibatasi oleh berbagai stakeholder di seluruh Indonesia. Termasuk dengan agenda budaya yang menjadi ciri khas Mahulu yaitu Festival Hudoq. Saat itu Pemkab Mahulu sempat membatasi penyelenggaraan Festival Hudoq dengan digelar secara virtual. Meski begitu di beberapa wilayah, khususnya zona hijau dari pandemi Covid-19, tradisi Hudoq tetap digelar.

Kepala Dinas Diskominfostandia (Dinas Komunikasi, Informatika Statistik dan Sandi) Mahulu, Markus Wan mengatakan pada intinya Pemkab Mahulu mewaspadai akan penyebaran Covid-19 ketika itu. Namun melalui protokol kesehatan yang ketat tradisi Hudoq di kampung-kampung tetap digelar.

“Hudoq tetap dilaksanakan setiap tahunnya. Di Kecamatan Long Pahangai yang terdiri dari 13 Desa, tradisi ini tetap berlangsung. Tradisi ini wajib dilaksanakan setelah tanam padi. Jadi setelah panen harus ada tradisi hudoq. Kecuali masyarakat tidak menanam, maka tak ada tradisi ini,” jelasnya.

Plt Kadispora Lawing Ngau, S.Pd yang diwawancarai via telepon menerangkan, tradisi Hudoq diarahkan oleh Pemkab melalui dewan adat dalam satu tempat agar terjalin persaudaraan, silaturahmi antar masyarakat. “Kalau ada hal-hal yang perlu masyarakat bicarakan maka dibicarakan saat Hudoq bersama-sama para dewan adat kampung,” tandasnya.

Saat itu juga, biasanya akan dipilih desa/kampung mana kelak di tahun depan yang menjadi tuan rumah.

Untuk tahun 2022 Pemkab Mahulu yang telah mengizinkan kembali digelarnya Festival Hudoq secara resmi, menurut Markus akan ditempatkan di Desa Datah Naha Kecamatan Long Pahangai. “Tahun sebelumnya, desa-desa di Long Pahangai juga menggelar tradisi Hudoq secara terbatas,” ungkapnya.

Diselenggarakannya Festival Hudoq secara resmi pada tahun ini mengingat Pandemi Covid-19 sudah mereda. Disisi lain juga dikarenakan masyarakat sudah lama tidak silaturahmi. Padahal dalam tradisi Hudoq terdapat gotong royong, jiwa sosial hingga berdampak tumbuhnya perekonomian setempat. “Tuan rumah pasti memperbaiki lingkungannya dan masyarakat juga dapat menjual karya seni adatnya pada saat hudoq digelar,” cetusnya.

Penyelenggaraan Festival Hudoq pada tahun 2022 ditetapkan tanggal 14-16 Oktober. Dipilihnya tanggal tersebut oleh panitia dimaksudkan agar tidak mengganggu jadwal berladang masyarakat setempat yang umumnya berprofesi sebagai peladang. “Kepanitian Hudoq tahun 2022 sudah terbentuk sejak lama, jadwal dan acaranya disusun agar tak mengganggu jadwal masyarakat,” terang Lawing Ngau, S.Pd

Adalah dewan adat yang mencari waktu kapan waktu yang sesuai diselenggarakannya tradisi Hudoq agar masyarakat tak terganggu pekerjaan ladangnya. “Atas dasar itu festival ini tidak dapat ditentukan tiap tahunnya jatuh pada tanggal yang sama. Karena menyangkut juga dengan fenomena dan posisi bulan di langit. Menyangkut juga dengan musim tanam padi. Jika pas tentu diselenggarakan,” imbuhnya.

Dukungan Pemkab Mahulu untuk Festival Hudoq pada tahun 2022 ialah dengan memberi keluwesan bagi Desa untuk menggunakan anggaran Dana Desa. “Jadi kami membuka peluang bagi para kades untuk menggunakan Dana Desa dalam menyelenggarakan kegiatan pengembangan budaya lokal. Tentu ini juga suatu upaya mengangkat budaya lokal yang terancam dari kemajuan jaman,” pungkas.(PS)

Related posts