Indonesia Berkomitmen 2026 Mencapai Net Zero Emission

Ekonomi hijau adalah sebuah rezim ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial, sekaligus mengurangi risiko lingkungan secara signifikan. Ekonomi Hijau juga berarti perekonomian yang rendah atau tidak menghasilkan emisi karbon dioksida dan polusi lingkungan, hemat sumber daya alam dan berkeadilan sosial.

Indonesia sendiri seperti dituturkan oleh Presiden Joko Widodo dalam siaran persnya secara virtual pada Senin (7/6/2021) meminta agar pandemi Covid-19 ini dijadikan sebagai momentum Indonesia untuk terus bergerak menuju arah ekonomi hijau. “ Menurut saya inilah momentum yang tepat untuk memulai ekonomi hijau. Untuk itulah saya akan terus mendorongnya.Dan saya yakin target ekonomi hijau Indonesia di tahun 2060 bisa tercapai,” jelas Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi.

Guna mewujudkan misi tersebut, Jokowi meminta agar pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya perlu duduk bersama guna merumuskan langkah tersebut.

Jokowi juga telah memerintahkan kementerian terkait dalam hal ini Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membuat peta jalan (roadmap) agar program energi terbarukan bisa dipercepat.

Menyikapi permintaan Presiden Jokowi itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan, pihaknya akan menyesuaikan Rancangan Umum Energi Nasional. Penyesuaian itu harus didasari pada poin-poin pada strategi energi nasional yang telah disusun agar bisa dilaksanakan secara sistemik.

Menurut Arifin, strategi yang disusun nanti visioner dan implementasinya harus konsisten, demi  mempercepat pemakaian energi baru terbarukan.

Ketika ditanya roadmap apa saja yang diminta oleh Jokowi, Arifin menjelaskan selain penerapan secara luas pengelolaan sampah, roadmap yang diminta Jokowi menyangkut penurunan emisi dari batu bara, antara lain, langkah-langkah terhadap pengaturan pabrik pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang sudah tua.(Hs.Foto.BPMI Setpres)

 

Related posts