Jokowi Minta 25 persen, 2 Hari dan 2 Jam

Jakarta,Gpriority-Setelah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di beberapa sekolah yang ada di seluruh Indonesia, Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas bersama jajaran Menteri terkait pada Senin siang (7/6/2021) di Istana Negara meminta kepada Mendikbud-ristek Nadiem Makariem untuk kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

“ Berdasarkan laporan dari Kemendikbud dan juga Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, tidak menunjukkan adanya penularan Covid-19 yang sangat signifikan seperti ditakutkan banyak pihak. Dalam laporan tersebut juga menjelaskan bahwa hingga saat ini sudah ada 74,95% sekolah yang telah mengajukan diri untuk siap menggelar pembelajaran tatap muka di masa pandemi. Berbekal alasan itulah makanya Jokowi memutuskan per-Juli 2021 atau memasuki tahun ajaran baru,pembelajaran tatap muka kembali diterapkan di sekolah,” ucap Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam siaran persnya secara virtual melalui akun You Tube Setneg pada Senin (7/6/2021).

Menkes Budi juga mengatakan, Jokowi meminta pembukaan sekolah dijalankan dengan sangat hati-hati karena hingga saat ini Covid-19 masih ada di Indonesia.” Guna mencegah Covid-19, Jokowi meminta agar sekolah dilaksanakan dengan sangat terbatas maksimal dua jam saja dalam sehari. Begitu pula waktu penyelenggaraaan hanya 2 hari dalam seminggu. Untuk jumlah siswanya hanya boleh 25% saja yang hadir,” tegas Menkes Budi.

Terkait dengan kehadiran siswa, Budi menjelaskan bahwa harus ada persetujuan orang tua. Jika tidak maka anak tersebut akan belajar secara online dari rumah.

Menkes Budi juga menekankan kepada kepala daerah agar terus menggencarkan vaksinasi bagi guru-guru. Karena merekalah garda terdepan saat melakukan pembelajaran tatap muka.

Mendikbud-ristek Nadiem Makariem pun setuju dengan percepatan vaksinasi bagi guru. Karena sebagai garda terdepan, masa depan kesehatan anak bangsa tergantung dari gurunya. Untuk itulah dirinya meminta kepada pemerintah daerah agar mengutamakan vaksinasi bagi guru.

Nadiem juga mengucapkan terima kasih kepada Jokowi, karena beliau mempersilahkan pembelajaran tatap muka tetap digelar pada tahun ajaran baru ini.” Jujur kenapa saya keukeuh agar pembelajaran tatap muka kembali digelar, karena saya melihat pembelajaran jarak jauh tidak terlalu maksimal. Ini bisa dilihat dari banyaknya laporan yang masuk ke Kemendikbud-ristek,” tutup Nadiem. (Hs)

Related posts