Kemenperin Terima Anggaran Rp3,2 Triliun Setelah Disetujui Komisi VII DPR RI

Jakarta,GPriority.co.id – Komisi VII DPR RI menyetujui penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tahun 2023.

Dengan demikian, pagu anggaran Kemenperin yang disampaikan dalam nota keuangan yang semula sebesar Rp2,9 triliun meningkat menjadi Rp3,2 triliun.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Komisi VII DPR RI atas persetujuan terhadap penyesuaian anggaran Kemenperin Tahun 2023,” ujar Menperin, Agus Gumiwang Kartasasmita saat melakukan Raker penyesuaian anggaran tahun 2023, Selasa (20/9).

Agus menambahkan, peningkatan anggaran sebesar Rp300 miliar akan dialokasikan untuk Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka.

“Penambahan anggaran tersebut memungkinkan Kemenperin mengoptimalkan program penumbuhan dan pengembangan Wirausaha Baru (WUB) yang bertujuan untuk meningkatkan populasi industri kecil dan menengah (IKM),” kata Agus.

“Ini menjadi bagian yang tidak terlepaskan untuk industri manufaktur melalui IKM yang kita harapkan semakin tumbuh dan naik kelas.”

Kemenperin juga akan mengawal pelaksanaan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) untuk memaksimalkan peluang terserapnya produk dalam negeri melalui belanja pemerintah pusat dan daerah Di tahun 2023.

“Kemenperin menargetkan pemberian 2.000 sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk produk dalam negeri,” imbuh Agus.

“Dengan sertifikat TKDN, produk dalam negeri akan lebih banyak terserap melalui pengadaan barang dan jasa pemerintah. Pengguna produk yang anggarannya bersumber dari APBN, APBD, pinjaman, hibah, pola kerja sama dengan pemerintah, dan yang mengusahakan sumber daya yang dikuasai negara wajib menggunakan produk dalam negeri,” tegas Agus.

Selanjutnya, kegiatan prioritas yang juga akan dilaksanakan di tahun depan adalah partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country Hannover Messe 2023.

Kegiatan ini merupakan upaya national branding atas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru ekonomi dunia dan pemain manufaktur global. (Hn.Kemenperin)

Related posts