Kementerian PUPR Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Sungai di Palembang

Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Lina F | Foto: Kementerian PUPR

Jakarta, Gpriority.co.id— Guna mendukung pengendalian banjir di Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam kurun waktu 4 tahun sampai dengan tahun 2022 telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Kota Palembang.

Pembangunan ini mencakup normalisasi Sungai Bendung (5,4), perkuatan tebing sungai dan kolam retensi di muara Sungai Bendung seluas 0,93 hektar dengan kapasitas 30.000 m3 digunakan sebagai tampungan air pada musim hujan.

Melansir dari keterangan Pu.go.id, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, penataan kawasan tepi sungai merupakan bagian dari upaya untuk mengedukasi publik akan pentingnya air serta pengelolaan sumber-sumber air yang berkelanjutan.

“Pengelolaan air adalah urusan kita bersama termasuk masyarakat sebagai pemakai air. Oleh karena itu kita wajib melestarikan keberadaan sumber air, seperti tidak membuang sampah ke sungai,” pesan Menteri Basuki.

Sebelumnya pada tahun 2021, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII Ditjen Sumber Daya Air, juga telah menyelesaikan proyek pengendalian banjir Sungai Sekanak-Lambidaro Kota Palembang, lewat penataan kawasan tepi sungai tersebut sepanjang 777m dengan biaya sekitar Rp50 miliar.

“Penataan Sungai Sekanak-Lambidaro menjadi bagian dari drainase utama dan sistem pengendali banjir di Kota Palembang,” ungkap Kepala BBWS Sumatera VIII Maman Noprayamin.

“Konsep penataan ini untuk mengembalikan fungsi Sungai Sekanak-Lambidaro dengan menjadikannya sebagai bagian dari ikon Kota Palembang sehingga diharapkan membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai,” ungkap Maman.