Kota Padang Refocusing Anggran Rp 125 M Untuk Penanganan Covid-19

Jakarta,Gpriority-Dalam rangka mendukung penangan Covid-19, pemerintah mengumumkan akan kembali melakukan pengaturan ulang anggaran atau refocusing anggaran tahun 2021.

Refocusing anggaran ini juga dibutuhkan sebagai jaring pengaman sosial, serta pemulihan ekonomi daerah.

Menyikapi hal tersebut, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) bersama dengan Hukum Online menggelar webinar bertajuk Refocusing dan Realokasi Anggaran dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis (19/08/2021).

Wali Kota Padang Hendri Septa selaku narasumber dari kegiatan ini memaparakan tentang skenario pendanaan Covid-19 di Padang, salah satunya yaitu recofusing dan realokasi anggaran.

“Disini kami berusaha bagaimana cara kami merecofusing APBD akibat Covid-19,” katanya.

Walkot menjelaskan pada tahun 2020, APBD yang semula RP 2,7 triliun di recofusing sebesar Rp 227 miliar.

Recofusing tersebut dilakukan dengan cara pengurangan dana transfer umum, dana alokasi khusus dan dana bagi hasil. Selain itu juga berimbas pada berkurangnya pendapatan asli daerah.

“Anggaran tersebut kita alihkan untuk penanganan covid-19, pemulihan ekonomi, dan kami verikan kepada masgarakat melalui jaring pengaman sosial (BLT),” jelas Hendri.

Lebih lanjut, Walkot Hendri menjelaskan untuk tahun 2021, APBD yang semula yaitu Rp 2,649 triliun berubah menjadi Rp 2,615, ada selisih kurang sebesar 34 miliar.

“Recofusing sebesar Rp 125 miliar, disini kami alokasikan dengan cara pengurangan dana transfer umum sebesar Rp 34,5 miliar. Pengalihan alokasi DAU 8% yaitu Rp 83,5 miliar, serta pengalihan penggunaan DID 30% yaitu Rp 7,6 miliar,” tuturnya.

Diakui Walkot, Dana tersebut gunakan untuk penanganan Covid-19, dukungan vaksinasi, dukungan pada kelurahan dalam rangka penangan Covid, dan insentif tenaga kesehatan.

“Refocusing apbd sebagian besar digunakan untuk penangan kesehatan, pada tahun 2020 sebesar 54 persen dan 2021 sebesar 60 persen dari alokasi dana yang terealisasi diserap oleh bidang kesehatan,” ungkapnya.

Adapun skenario lain pendanaan Covid-19 melalui APBD Daerah, yang dijabarkan Walkot Padang diantanya:

1. Merealokasikan anggaran dari refocusing
2. mempercepat pengadaan barang dan jasa
3. Melakukan penjadwalan ulang program dan kegiatan
4. mengalokasikan atau menggunakan dana belanja tidak terduga
5. Penggunaan dana dana dana fisik DAK dan non fisik kesehatan untuk penanggulangan covid
6. Penggunaan dana insentif daerah
7. Penggunaan dana alokasi umum sebesar 8%. (dwi.foto.doc.tangkapan layar yt APEKSI Official)(Dwi.Foto.dok.Apeksi)

Related posts