Berikut 8 Kawasan Aglomerasi Tanpa SIKM Tapi Mudik Lokal Tetap Di Larang

Jakarta,Gpriority-Beberapa waktu yang lalu pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mempersilahkan mudik lokal yang berada di wilayah aglomerasi atau perjalanan yang terhubung antar kota dan kabupaten seperti Jabodetabek.

Namun keputusan ini langsung menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Ada yang setuju, ada juga yang tidak. Hal ini dikarenakan masih tingginya Covid-19 di Indonesia.

Menanggapi hal ini, Pemerintah Pusat melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menegaskan bahwa mudik lokal di kawasan aglomerasi juga dilarang. “ Larangan ini berlaku mulai 6 hingga 17 Mei 2021,” jelas Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito saat melakukan siaran pers melalui kanal You Tube Sekretariat Presiden Kamis sore (6/5/2021).

Lebih lanjut dikatakan Wiku, kenapa mudik lokal dilarang? Karena mudik itu digunakan untuk silaturahmi secara fisik.” Pertemuan fisik antar keluarga, handai taulan sudah pasti akan melakukan sentuhan fisik baik saat melakukan salaman,berpelukan atau cipika cipiki. Hal inilah yang akan memicu terjadinya peningkatan Covid-19 di Indonesia. Untuk itulah guna menjaga peningkatan tidak terjadi maka mohon maaf kami terpaksa melakukan pelarangan ini,” tegas Wiku.

Wiku sendiri menegaskan untuk penyekatan, dirinya tidak mengetahui karena hal tersebut merupakan wewenang dari pemerintah daerah. Namun yang pasti ada beberapa daerah yang sudah menugaskan petugas jaga di wilayah perbatasan seperti Kota Tangerang.

Terkait apakah para pekerja yang akan masuk wilayah Jabodetabek menggunakan SIKM (Surat Ijin Keluar Masuk), Wiku menjelaskan bahwa untuk wilayah aglomerasi tidak perlu menggunakannya.

Berikut 8 wilayah aglomerasi yang tidak menggunakan SIKM:

1. Medan Raya: Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo
2. Jabodetabek: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi
3. Bandung Raya: Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat
4. Semarang Raya: Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, Purwodadi
5. Yogyakarta Raya: Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul
6. Solo Raya: Kota Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Sragen
7. Surabaya Raya: Surabaya, Gresik, Lamongan, Bangkalan, Mojokerto, Sidoarjo
8. Makassar Raya: Makassar, Takalar, Maros, Sungguminasa(Hs.Foto.BPMI Setpres)

Related posts